Jan 302013
 

MENERIMA DUTA BESAR BULGARIA[1]

SABTU, 8 FEBRUARI 1969. Presiden Soeharto pukul 10.00 pagi hari menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Bulgaria yang baru, Stoian Karaslavov. Dalam pidatonya, Duta Besar Karaslavov menyatakan bahwa Bulgaria dan Indonesia kini sendang berusaha untuk memajukan hubungan ekonomi, kebudayaan dan politik demi kesejahteraan kedua negara dalam rangka memelihara perdamaian dunia.

Dalam pidato balasannya, Presiden Soeharto mengatakan bahwa sama dengan rakyat Bulgaria, rakyat Indonesia pun berjuang amat lama dan berat untuk memperoleh kemerdekaan. Untuk mengisi kemerdekaan itulah, rakyat Indonesia bercita-cita untuk membangun masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila melalui pelaksanaan Repelita.



[1]     Dikutip dari buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973.

Jan 282013
 

MENERIMA HOWARD P. JONES[1]

SABTU, 1 FEBRUARI 1969 Pagi hari, Presiden Soeharto menerima Howard P. Jones, bekas dutabesar AS di Jakarta. Howard Jones menemui Presiden dalam rangka kunjungan kehormatan. Sebelumnya Presiden Soeharto juga menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Luar Negeri Yugoslavia JM Dimce Belovsky.


[1]     Dikutip dari buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973.

Jan 272013
 

MELANTIK EMPAT DUTA BESAR

SABTU, 18 JANUARI 1969. Hari ini di Istana Merdeka, Presiden Soeharto melantik empat duta besar bari RI. Para dutabesar itu adalah Letjend. KKO Hartono untuk RRDK (Korea Utara), Mayjend. Ashari untuk Jepang, A. Hamid untuk Srilangka, dan Laksda. (U) Leo Watimena untuk Italia. Dalam amanatnya Presiden antara lain mengatakan bahwa dalam dunia yang maju seperti sekarang ini, hubungan dan kerjasama luar negeri merupakan hal mutlak. Namun demikian, prinsip utatama dalam kerjasama luar negeri itu harus diletakkan pda pengembangan kekuatan dalam negeri sendiri. Prinsip inilah yang harus terus menerus dijelaskan pada dutabesar Indonesia kepada negara-negara lain dalam memahami aspirasi perjuangan Orde Baru.