Feb 032015
 

Menlu Adam Malik Laporkan Persetujuan Preferensi Perdagangan Antara Negara-Negara ASEAN [1]

SENIN, 28 FEBRUARI 1977 Pagi ini di Bina Graha, Presiden Soeharto menerima Menteri Luar Negeri Adam Malik. Seusai menghadap Presiden, Adam Malik mengatakan bahwa ia melaporkan tentang persetujuan preferensi perdagangan antara negara-negara ASEAN yang telah ditandatangani para menlu ASEAN di Manila tanggal 24 Februari yang lalu. Dikatakan pula bahwa pertemuan tidak resmi antara Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Malaysia Datuk Onn di Kuala Lumpur akan berlangsung bulan April, akan tetapi karena alasan keamanan, tanggalnya belum diumumkan. (AFR)

_________________

[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978″, hal 459. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Feb 032015
 

Menghadap Presiden Soeharto, Radius Prawiro Laporkan Persetujuan Dasar Preferensi Perdagangan ASEAN[1]

SENIN, 21 FEBRUARI 1977 Pada jam 10.00 pagi ini di Bina Graha, Presiden Soeharto menerima Menteri Perdagangan Radius Prawiro. Dalam pertemuan ini, Menteri Radius telah melaporkan hasil-hasil pertemuan informal menteri-menteri ekonomi ASEAN di Singapura tanggal 15 Februari yang lalu. Pertemuan tersebut telah menghasilkan suatu rumusan persetujuan dasar preferensi perdagangan ASEAN. Dengan persetujuan itu nanti, dapat dilakukan langkah-langkah yang lebih kongkrit dalam bidang ekonomi antara negara-negara ASEAN. Rancangan naskah lengkapnya terdiri dari 10 bab yang mengandung 17 pasal. Lebih Ianjut, Menteri Radius mengatakan bahwa persetujuan dasar preferensi itu akan ditandatangani oleh para menteri luar negeri ASEAN tanggal 24 Februari yang akan datang di Manila. (AFR)

_________________

[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978″, hal 457. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

 Posted by at 6:27 am  Tagged with:
Jan 082015
 

Buka Pertemuan Antar Parlemen ASEAN, Presiden Soeharto: ASEAN Harus Mampu Urus Stabilitas Kawasan[1]

KAMIS, 9 JANUARI 1975 Presiden Soeharto pagi ini secara resmi membuka pertemuan antar parlemen negara-negara ASEAN di Istana Negara. Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan bahwa kerjasama ASEAN dalam jangka panjang tidak hanya dalam bidang ekonomi, sosial dan kebudayaan saja, melainkan dapat pula dikembangkan dalam bentuk yang lebih luas. Dengan pengembangan kerjasama yang demikian, maka negara-negara ASEAN diharapkan oleh Presiden akan mampu mengurus masa depan, kemajuan dan perdamaian dikawasan ini. Untuk mencapai maksud tersebut, maka semangat dan tujuan ASEAN perlu dihayati oleh masyarakatnya secara luas dan mendalam, sehingga kekuatan ASEAN benar-benar tumbuh dari dalam masyarakat.

Juga diingatkannya, bahwa untuk mendukung tujuan ASEAN diperlukan sikap yang realistis, sehingga kita terhindar dari pemilihan sasaran yang bersifat muluk dan sulit dicapai. (AFR)

[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978″, hal 201-202. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Dec 142014
 

Tinggalkan Manado, Presiden Soeharto Hadiri KTT ASEAN di Manila

SENIN, 14 DESEMBER 1987 Pukul 06.20 pagi ini, Presiden Soeharto dan rombongan, dengan menumpang pesawat DC-10 Garuda, meninggalkan lapangan udara Sam Ratulangi, Manado, menuju Manila untuk menghadiri KTT ASEAN yang ketiga. Tadi malam Presiden menginap di ibukota Sulawesi Utara ini hanya untuk transit. Dalam rombongan Kepala Negara tampak Menteri/Sekretaris Negara Sudharmono, Menteri Muda/Sekretaris Kabinet Moerdiono dan Pangab Jenderal LB Murdani.

Pukul 08.30 waktu setempat pagi ini, Presiden bersama rombongan tiba di bandar udara intemasional Ninoy Aquino, Manila. Di tangga pesawat Presiden disambut Menteri Dalam Negeri Filipina, Juanito Ferer, dan dikalungi bunga oleh puteri Presiden Filipina, Kris Aquino.
Dari bandar udara, dibawah pengawalan yang sangat ketat, baik di darat maupun di udara, Presiden langsung menuju Hotel Westin Philipina Plaza. Di hotel ini Presiden Soeharto disambut secara resmi dan kehormatan penuh oleh Presiden Corazon Aquino, lengkap dengan 21 kali tembakan meriam.
Setelah upacara penyambutan selesai, Presiden menghadiri upacara pembukaan KTT ASEAN. Dalam pidatonya, Kepala Negara antara lain mengatakan bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas antara negara­ negara ASEAN telah dapat kita kembangkan dan kita perkuat sehingga berhasil menciptakan suasana yang menguntungkan bagi pertumbuhan masing-masing anggota ASEAN. Dikatakannya bahwa ASEAN telah menunjukkan kemajuan dengan makin luasnya kerjasama di berbagai bidang dan makin meluasnya ruang lingkup masalah-masalah yang dibahas didalam persidangan-persidangan ASEAN. Kerjasama dalam forum internasional juga telah berkembang dan makin memantapkan lagi citra ASEAN, sehingga peranan dan suaranya lebih diperhatikan dalam percaturan intemasional.
Pada kesempatan itu Presiden mengemukakan pandangannya, bahwa untuk menghadapi perkembangan ASEAN di masa mendatang, perlu adanya satu mekanisme, baik didalam lingkungan maupun diluar ASEAN, yang bersifat luwes dan dinamis. Dikatakannya bahwa pesatnya pertumbuhan ASEAN sejalan dengan pesatnya perkembangan dunia, harus diimbangi oleh satu bentuk mekanisme kerjasama ASEAN yang terarah dan terpadu, yang dalam hal ini kita harapkan dapat dilaksanakan oleh Sekretariat ASEAN yang lebih sempuma.
Dalam hubungan ini, Presiden berpendapat bahwa ASEAN harus menghindarkan diri dari program kerjasama yang ambisius yang dapat mengorbankan kepentingan salah satu atau beberapa anggotanya. Khususnya dalam pengembangan kerjasama ekonomi, ASEAN hendaknya juga memperhatikan situasi dan kondisi negara-negara ASEAN lainnya serta memperhatikan perbedaan ekonomi antara negara-negara tersebut.
Demikian antara lain dikatakan Presiden Soeharto. (AFR)

________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 679-680. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Dec 132014
 

Sambutan Tertulis Presiden Soeharto Pada Sidang Umum Ke-17 Organisasi Antar-Parlemen ASEAN

Sambutan Tertulis Presiden Soeharto pada Sidang Umum ke-17 Organisasi Antar-Parlemen ASEAN (beserta terjemahan dalam bahasa Inggris) tanggal 16 September 1996 di Phuket, Thailand. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Nov 292014
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Peresmian Pembukaan Pertemuan Tahunan Para Menteri Luar Negeri ASEAN Ke-29

Sambutan Presiden Soeharto pada Peresmian Pembukaan Pertemuan Tahunan Para Menteri Luar Negeri ASEAN ke-29 (beserta terjemahan dalam bahasa Inggris) tanggal 20 Juli 1996 di Istana Negara, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Nov 212014
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Pembukaan Sidang Ke-50 Dewan KADIN ASEAN Dan Konferensi Ke-12 KADIN ASEAN

Sambutan Presiden Soeharto pada Peresmian Pembukaan Sidang ke-50 Dewan KADIN ASEAN dan Konferensi ke-12 KADIN ASEAN (beserta terjemahan dalam bahasa Inggris) tanggal 11 April  1996 di Istana Negara, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Nov 122014
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Peresmian Pembukaan Sidang Ke-50 Dewan KADIN ASEAN Dan Konferensi Ke-12 KADIN ASEAN

Sambutan Presiden Soeharto pada Peresmian Pembukaan Sidang ke-50 Dewan KADIN ASEAN dan Konferensi ke-12 KADIN ASEAN (beserta terjemahan dalam bahasa Inggris) tanggal 11 April  1996 di Istana Negara, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Oct 252014
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Pembukaan KTT V ASEAN

Sambutan Presiden Soeharto pada Pembukaan KTT V ASEAN (beserta terjemahan dalam bahasa Inggris) tanggal 14 Desember 1995 di Bangkok, Thailand. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Oct 112014
 

Buka Pertemuan Menlu ASEAN dan ME, Presiden Soeharto Harapkan Sumbangan Tata Ekonomi Internasional yang Baru

 

SENIN 20 OKTOBER 1986 Presiden Soeharto pagi ini membuka secara resmi Pertemuan ke-6 Menteri-menteri Luar Negeri ASEAN dan ME. Ini adalah pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ini. Pertemuan itu sendiri dihadiri oleh para menteri luar negeri ASEAN dan wakil-wakil ME, yaitu Ketua Delegasi Prancis/Ketua Komisi ME untuk urusan Asia Tenggara, Claude Cheysson, Menteri Luar Negeri Belanda, Hans van den Broek, Menteri Luar Negeri Inggris, Sir Geoffrey Howe, Menteri Luar Negeri Spanyol, Fransisco Fernandes Ordenez, dan Menteri Luar Negeri Luxembourg, Robert Goebbels.
Pada kesempatan itu Presiden mengharapkan agar kerjasama antara negara ME dan ASEAN dapat menjadi contoh yang baik bagi kerjasama Utara-Selatan. Dan selanjutnya merupakan awal dari sumbangan kita bersama bagi terwujudnya tata ekonomi internasional baru yang menjamin kemajuan, kesejahteraan, dan keadilan bagi semua bangsa dan semua negara.
Dikatakannya bahwa Indonesia menyambut baik kesepakatan­ kesepakatan yang telah tercapai antara ASEAN dan ME dalam menggalang kerjasama baru maupun dalam mempergiat kerjasama yang sudah terjalin, antara lain kerjasama dalam sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, alih teknologi, penanaman modal dan pariwisata. Dalam bidang perdagangan diharapkannya agar secara bersama-sama dapat diatasi hambatan-hambatan yang masih ada, disamping usaha-usaha untuk menyehatkan neraca perdagangan bilateral antara negara-negara ME dan anggota-anggota ASEAN.
Demikian antara lain Presiden. (AFR)