Nov 112014
 

Sambutan Presiden Soeharto Saat Menerima Para Peserta Rapim ABRI 1996

Sambutan Presiden Soeharto pada Waktu Menerima Para Peserta Rapim ABRI 1996 tanggal 29 Maret 1996 di Istana Negara, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Oct 142014
 

Menerima Peserta Rapim ABRI, Presiden Soeharto Singgung Doktrin Catur Dharma Eka Karma

SABTU, 24 OKTOBER 1987 Pagi ini, pada jam 09.00, Presiden Soeharto menerima 165 peserta Rapat Pimpinan ABRI tahun 1987 di Istana Negara. Pada kesempatan itu, Panglima ABRI Jenderal LB Murdani telah menyampaikan laporan mengenai hasil-hasil yang dicapai Rapim tersebut kepada Kepala Negara.
Dalam amanatnya, Presiden mengatakan bahwa suasana sekarang sudah jauh berbeda dengan suasana tatkala Doktrin Catur Dharma Eka Karma (Cadek) dilahirkan pada tahun 1967. Dikatakannya bahwa selama 20 tahun terakhir ini bangsa kita telah melaksanakan pembangunan di segala bidang sambil terus menerus mengembangkan kehidupan bangsa dan negara yang makin tertib dan teratur. Dalam kurun waktu itu pula Doktrin Cadek telah mampu mengantarkan ABRI makin dewasa, kekar dan tegar seperti hari ini. Oleh karena itu, Presiden menyambut dengan baik upaya generasi penerus untuk menyempurnakan dan mengadakan pembaharuan-pembaharuan terhadap Doktrin Cadek itu dengan harapan agar falsafah nilai-nilai luhur hakiki TNI/ABRI tetap dipegang teguh, dianut, dan dilestarikan. (AFR)

_____________________________
Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 661. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Oct 122014
 

Peringati Hari ABRI, Presiden Soeharto: Tradisi Sebagai Pejuang Harus Diperkuat

SENIN, 5 OKTOBER 1987 Presiden Soeharto pagi ini menghadiri upacara peringatan Hari ABRI ke-42 yang berlangsung di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Upacara yang dipimpin oleh Presiden selaku Inspektur Upacara itu berlangsung secara sederhana tanpa diwarnai dengan kegiatan kirab seperti tahun lampau. Selesai memberikan amanatnya, Presiden menerima defile seluruh pasukan di depan mimbar upacara, didampingi oleh Panglima ABRI dan Kepala Staf ketiga Angkatan dan Polri.
Dalam amanatnya Kepala Negara antara lain mengatakan bahwa kita menyadari bahwa tahun-tahun mendatang merupakan tahun yang penuh dengan ujian dan tantangan berat. Aspirasi dan harapan rakyat akan meningkat. Aspirasi dan harapan itu harus mendapat saluran dan tanggapan yang sebaik-baiknya, sehingga dapat menjadi kekuatan positif yang akan mendorong kemajuan; dan tidak menjadi sumber kerawanan.
Dikatakannya, dalam suasana aspirasi dan harapan yang meningkat itu, kita dihadapkan pada masalah-masalah sosial ekonomi yang harus dapat kita tangani dengan baik, terutama masalah kesempatan kerja, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lain sebagainya. Ujian dan tantangan kita pasti akan bertambah berat, karena semuanya itu akan kita hadapi dalam suasana perekonomian dunia yang serba tidak menentu.
Dalam menghadapi tugas besar pembangunan bangsa di masa datang, terutama dalam kurun waktu pemantapan landasan dan persiapan memasuki tahap tinggal landas untuk mewujudkan masyarakat Pancasila yang kita cita-citakan, ABRI perlu terus menerus meningkatkan peranan dwifungsinya yang makin berbobot. Tradisinya yang tertanam di masa lampau sebagai kekuatan pejuang harus diperkuat. Kemampuan profesional sebagai tuntutan masa depan harus makin ditingkatkan. Singkatnya, dalam menghadapi tugas masa depan yang penuh tantangan dan perubahan, ABRI harus terus meningkatkan kualitas profesionalnya sejajar dengan meningkatnya kualitas kejuangannya. (AFR)

__________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 656-657. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Oct 092014
 

Peringati Hari ABRI, Presiden Soeharto: ABRI Tidak Akan Tergelincir Kepada Militerisme, Oteriterisme, Dan Totaliterisme

SABTU, 5 OKTOBER 1985 Pukul 08.00 pagi ini Presiden dan Ibu Soeharto menghadiri upacara peringatan Hari ABRI ke-40 yang dilangsungkan di lapangan udara Kemayoran, Jakarta. Hari ulang tahun ABRI kali ini ditandai oleh parade, defile, dan fly-pass. Pada peringatan ini Presiden Soeharto bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan bahwa kita tidak menutup mata terhadap kekhawatiran di sementara kalangan di luar negeri dan juga di dalam negeri, bahwa Dwifungsi ABRI serta peranannya sebagai stabilisator dan dinamisator suatu waktu akan melahirkan pemerintahan yang militeristis, otoriter atau totaliter. Kekhawatiran semacam itu tidak beralasan. Sejarah membuktikan bahwa dalam saat yang sulit sekalipun, dalam saat negara dan bangsa kita dihadapkan kepada bahaya yang mengancam keselamatan Pancasila, ABRI tidak pernah memikirkan dan bertindak militeristis. Sebaliknya ABRI justru membangkitkan dan mengajak semua kekuatan rakyat untuk bangkit bersama menegakkan Pancasila dan bertindak sesuai dengan semangat Pancasila.
Dikatakan lebih jauh oleh Presiden bahwa semua itu hanya bisa dipahami apabila orang memahami jiwa dan semangat ABRI sebagai pejuang, sebagai pendukung dan pembela ideologi negara, Pancasila. Sebagai pendukung dan pembela ideologi negara, ABRI justru ikut mendorong pertumbuhan Demokrasi Pancasila dalam rangka pengamalan Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Ditegaskannya kembali bahwa ABRI tidak akan tergelincir kepada militerisme, oteriterisme, dan totaliterisme, karena semuanya itu lurus bertolak belakang dengan Demokrasi Pancasila.
Demikian antara lain dikatakan Presiden.

__________________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16Maret1983-11Maret1988″, hal 371-372. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

 

Oct 072014
 

Amanat Presiden SoehartoPada Hari ABRI Ke-50 Tahun 1995

Amanat Presiden Soeharto pada Hari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ke-50 Tahun 1995 tanggal 5 Oktober 1995 di Lanuma Halim Perdanakusuma, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Oct 062014
 

Sambutan Tertulis Presiden Soeharto Pada Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-36 Persatuan Pumawirawan ABRI

Sambutan Tertulis Presiden Soeharto pada Peringatan Hari Ulang Tahun ke-36 Persatuan Pumawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia tanggal 17 September 1995 di Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Oct 032014
 

Hadiri Hari ABRI di Madiun, Presiden Soeharto: ABRI Bagian Sistem Pertahanan Semesta

SELASA, 5 OKTOBER 1982 Presiden dan Ibu Soeharto pagi ini menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-37 ABRI yang berlangsung di Pangkalan Udara Utama Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. Dalam amanatnya, Presiden antara lain mengatakan bahwa sejalan dengan kemajuan pembangunan kita maka ABRI sekarang makin bertambah kuat. Kita telah memiliki Angkatan Bersenjata yang mempunyai personil yang terlatih baik dan sistem persenjataan yang mutakhir di darat, laut, dan udara. Kita sudah mempunyai Angkatan Bersenjata yang kemampuan profesionalnya tidak kalah dengan negara-negara berkembang lainnya. Walaupun demikian, tingkat kemampuan yang telah kita capai itu baru merupakan sebagian dari sistem pertahanan keamanan yang kita bangun, yaitu sistem pertahanan keamanan yang didasarkan pada dukungan segenap potensi nasional secara semesta. Demikian Presiden.

________________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983″, hal 597. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Sep 302014
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Upacara Prasetya Perwira ABRI Tahun 1995

Sambutan Presiden Soeharto pada Upacara Prasetya Perwira ABRI Tahun 1995 tanggal 27 Juli 1995 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Sep 092014
 

Amanat Presiden Soeharto Pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ABRI Ke-49 Tahun 1994

Amanat Presiden Soeharto pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ke-49 Tahun 1994 tanggal 5 Oktober 1994 di Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Sep 042014
 

Sambutan Presiden Soeharto Saat Menerima Para Peserta RAPIM ABRI 1994

Sambutan Presiden Soeharto pada waktu Menerima Para Peserta RAPIM ABRI 1994 tanggal 20 Juli 1994 di Istana Negara, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut: