Nov 222017
 

SU MPR RI 1988: PIMPINAN MPR LAKSANAKAN PENELITIAN ADMINISTRATIF

Jakarta, Antara

Jenderal TNI (Purn) Soeharto mengharapkan semua pihak mampu mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai masalah, bahkan pada saat yang diperlukan bersedia menempatkan kepentingan pribadi/kelompok di bawah kepentingan bangsa dan negara.

Menteri Muda/Sekretaris Kabinet Moerdiono mengemukakan hal itu kepada wartawan seusai mendampingi calon presiden Jenderal TNI (Purn) Soeharto pada acara ramah tamah setelah berlangsungnya rapat pimpinan MPR di Istana Merdeka, Selasa malam.

Pimpinan majelis datang ke Istana Merdeka untuk penelitian administratif terhadap

Soeharto, satu-satunya calon presiden yang diajukan oleh kelima fraksi di MPR.

“Apa ada maksud khusus dengan pengarahan tersebut, pak?,” tanya wartawan yang mengerubungi Menmud Seskab Moerdiono. “Oh, tidak ada.

“Sekali lagi tolong ditulis baik-baik. Presiden karena ditanyai oleh Pak Kharis Suhud (Ketua MPR/DPR) kemudian mengemukakan pandangan sebagai warga negara, sebagai pejuang,” kata Moerdiono.

Atas pertanyaan apakah pada pertemuan di Istana Merdeka, Selasa malam itu dibicarakan tentang pengambilan keputusan dalam sidang MPR melalui pemungutan suara/voting, Moerdiono menjawab, “tadi tidak dibicarakan hal itu,”

“Tapi terjadi dialog, pak?,” kejar wartawan. “Ya, terjadi dialog,” balas Seskab Moerdiono.

Ia mengatakan, dalam pertemuan itu Presiden Soeharto sebagai warga negara biasa mengemukakan pandangan-pandangannya, terutama tentang Demokrasi. Pancasila yang menekankan pentingnya diterapkan pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.

Kepada Menmud Moerdiono juga ditanyakan, apakah pada pertemuan itu dibahas masalah calon Wapres, karena hingga kini terdapat dua calon wakil presiden, yaitu Sudharmono dan Jailani Naro.

“Saya kira saya sudah banyak menjawab. Anda saya persilakan menanyai yang hadir tadi,” demikian Moerdiono sambil tertawa.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (08/03/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 63-64.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: