Nov 212017
 

SU MPR RI 1988: KADIN MENANGGAPI PIDATO PRESIDEN

Jakarta, Antara

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, DR. Sukamdani Sahid Gitosardjono menilai pembangunan ekonomi yang dilakukan pemerintah Orde Baru dibawah pimpinan Presiden Soeharto cukup berhasil, meskipun diakui pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah terget Repelita.

Penilaian tersebut dikemukakan Ketua Umum KADIN Indonesia, Sukamdani menanggapi pidato pertangung jawaban Presiden/Mandataris MPR, Soeharto di depan Sidang Umum MPR di Jakarta, Selasa.

Dikatakan, target pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam Repelita IV ditentukan sebesar lima persen setahun namun yang dicapai hanya 3,8 persen setahun.

Penjelasan Presiden Soeharto bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam Repelita IV hanya 3,8 persen tersebut merupakan pengakuan yang jujur yang membuktikan sifat kepemimpinan Presiden Soeharto yang terbuka.

Meskipun laju pertumbuhan nasional dalam Repelita IV hanya 3,8 persen namun cukup menggembirakan karena masih diatas angka laju pertumbuhan penduduk yang tercatat 2,1 persen.

Yang perlu diperhatikan dewasa ini disamping meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi nasional juga masalah peningkatan pemerataan kesejahteraan agar tidak timbul berbagai kerawanan antara lain melalui peningkatan usaha golongan ekonomi lemah dan koperasi.

”Untuk meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan, maka program keterkaitan antara pengusaha kecil, menengah dan besar harus terus dikembangkan”. katanya.

Pelaksanaan kebijaksanaan di bidang ekonomi jangan sampai salah, karena peningkatan pertumbuhan nasional tidak ada artinya bila tidak barengi dengan pemerataan kesejahteraan rakyat, demikian Sukamdani.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Eric Samola SH dalam percakapan terpisah mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tidak mencapai sasaran yang ditetapkan oleh Repelita, namun masih ada peluang untuk ditingkatkan antara lain dengan meningkatkan ekspor komoditi non-migas.

Usaha Koperasi, swasta dan Badan Usaha Milik Negara harus menciptakan iklim yang baik agar ekspor mata dagangan non-migas dapat lebih ditingkatkan.

”Yang penting para pengusaha jangan berebutan dan saling menjegal tetapi harus membagi gas agar sasaran ekspor non-migas dapat dicapai melalui koordinasi KADIN Indonesia.”

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (01/03/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 49-50.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: