Jan 122018
 

SON SANN MASIH HARAPKAN KEHADIRAN PANGERAN SIHANOUK

 

Jakarta, Antara

Pemimpin Front Pembebasan Nasional Rakyat Kampuchea (KPNLF) Son Sann, di Bandara Soekamo-Hatta, Jakarta, Kamis mengatakan, ia masih mengharapkan

kehadiran Pangeran Sihanouk dalam JIM-II yang akan dimulai hari Minggu mendatapg. “Saya masih mengharapkan kedatangannya,” ujar Son Sann yang memimpin salah satu faksi yang tergabung dalam kelompok Pemerintah Koalisi Demokratik Kampuchea (CGDK) itu.

KPNLF yang dipimpin Son Sann saat ini berkekuatan sekitar 10.000 pasukan sedangkan dua faksi lainnya dalam CGDK, yakni Khmer Merah yang dipimpin Khieu Samphan serta Funcinpec yang dipimpin oleh salah seorang putera Sihanouk, Pageran Ranariddh masing-masing berkekuatan 30.000 dan 9.000 tentara.

Kelompok CGDK tersebut saat ini sedang berjuang melawan rejim yang berkuasa di Phnom Penh (PRK) yang dipimpin oleh Hun Sen dengan kekuatan sekitar 30.000 pasukan yang didukung oleh pasukan Vietnam dengan kekuatan sekitar 100.000 pasukan.

Dalam keterangan pers yang tidak lebih dari tiga kalimat itu, Son Sann mengatakan, ia pernah datang ke Bandung saat menghadiri Konferensi Asia Afrika tahun 1955 dan kemudian kembali lagi ke sana pada peringatan 30 tahun KAA.

Oleh sebab itu, ia menganggap Pemerintah dan rakyat RI yang dipimpin oleh Presiden Soeharto sebagai sahabat rakyat Khmer yang dapat dimintai bantuannya untuk menyelesaikan pertikaian yang sudah berjalan lebih 10 tahun sejak invasi Vietnam akhir 1978 tersebut.

Diharapkannya, melalui JIM perdamaian yang abadi di Kampuchea dapat diwujudkan. “Saya sendiri, bersama rekan-rekan peserta JIM lainnya, akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat JIM-II sukses,” demikian tambahnya.

Son Sann, sambil berlalu memasuki mobilnya, berjanji akan memberikan keterangan pers hari Jumat.

Menurut catatan, Pangeran Sihanouk sendiri yang bermarkas di Beijing, RRC telah mengatakan pendiriannya untuk tidak menghadiri JIM-II dan mengungkapkan sikap pesismisnya tentang p nyelenggaraan pertemuan tersebut.

JIM-II yang akan diikuti oleh pimpinan keempat faksi di Kampuchea, yaitu KPNLF, Khmer Merah dan Funcinpec serta PRK, Vietnam, Laos serta keenam negara anggota ASEAN.

Sebelum JIM-II, mulai hari ini sampai Sabtu, dilangsungkan pertemuan Kelompok Kerja JIM yang diikuti oleh seluruh pejabat tinggi wakil-wakil peserta JIM.

 

 

Sumber : ANTARA (16/02/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 61-62.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: