Nov 222017
 

SOEKARDI YAKIN AKAN DITEMUKAN PENYELESAIAN TERBAIK TENTANG WAPRES

Jakarta, Antara

Wakil Ketua MPR R. Soekardi rnenyatakan hampir yakin, pada saat-saat terakhir nanti akan ditemukan penyelesaian terbaik untuk menetapkan calon wakil presiden RI masa bakti 1988-1993.

"Saya hamper punya keyakinan yang pasti, pada musyawarah antara pimpinan majelis dengan pimpinan fraksi-fraksi MPR mendatang akan ditemukan penyelesaian terbaik bagi kehidupan bangsa dan negara," kata wakil ketua MPR dari FKP menjawab pertanyaan ANTARA di gedung MPR/DPR Senayan, Jumat.

Soekardi berpendapat, adanya dua calon wakiI presiden dari FKP dan FPP berarti ada kehidupan demokrasi dalam majelis. "Adalah hak masing-masing fraksi untuk mengajukan calon wakil presiden-nya, dan itu dijamin oleh Tata Tertib MPR" ujarnya.

Soekardi menilai, kriteria calon wakil presiden yang dikemukakan Presiden Soeharto beberapa waktu lalu sebagai ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menumbuh-kembangkan demokrasi.

Membantah

Soekardi membantah kabar bahwa ia menyuruh Dr H.J. Naro SH untuk mundur sebagai calon wakil presiden dari FPP.

"Siapapun yang menyuruh, saya kiradia tak akan mundur, kecuali jika fraksi yang mencalonkannya yang menyuruh mundur,"ujarnya.

Salah seorang ketua DPP Golkar ini berpendapat, di dalam alam demokrasi Pancasila, seseorang atau fraksi, bebas mengeluarkan pendapatnya masing-masing. Narnun ia yakin, jika ada seseorang mengemukakan pendapatnya tentang calon wakil presiden, tentu dilandasi pikiran yang baik. "Marilah kita berpangkal tolak dari pikiran yang baik saja," ujarnya.

Ketika ditanya, apakah FPP akan menyuruh Naro mundur dari pencalonan wakil presiden, Soekardi sambil tertawa mengatakan "Saya tidak mau memperkirakan urusan fraksi lain, itu kan kedaulatan fraksi lain".

Sementara itu Jenderal (Purn) Surono, salah seorang tokoh MPR dari F-KP mengatakan, merupakan hal bagus apabila masalah calon Wapres itu terpecahkan melalui musyawarah untuk mufakat. Namun kalau tidak juga tercapai mufakat, tata tertib MPR memungkinkan dilaksanakan voting.

"Jadi bapak setuju voting?," tanya pers. "Ini bukan soal setuju atau tidak. Tapi kita sejauh mungkin menempuh cara mufakat. Voting itujalan terakhir," jawab Surono.

Soepardjo Rustam, anggota F-KP lain, mengharapkan tercapainya musyawarah­mufakat dalam soal Wapres itu.

Kalau begitu Naro diharapkan mundur?, kejar pers. "Saya tidak akan mengatakan agar Naro mundur atau tidak, tapi wajib mencari jalan ke luar berdasarkan musyawarah-mufakat," tangkis tokoh yang menjabat menteri dalam negeri itu.

Ketika kepada Wakil Ketua F-KP, Sarwono Kusumaatmadja, ditanyakan kemungkinan "tawar-menawar" dengan Naro, ia menegaskan, fraksinya tidak punya gagasan untuk melakukan itu.

"Bagaimana kalau F-PP yang melakukan pendekatan ke F-KP ?,"tanya pers.

"Kita belum menerima permintaan untuk itu,"jawab Sarwono.

"Andai kata ada?,"kejar wartawan. "Saya tak mau mengandai-andai," jawabnya diplomatis.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (04/03/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 58-59.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: