Agu 062017
 

SOEHARTO AKAN SAMPAIKAN PESAN PERDAMAIAN DARI NAIROBI

 

 

Duapuluh lima dunia terkemuka dari kelompok negara berkembang, negara maju kelompok agama besar dan negarawan akan menyampaikan pesan perdamaian dari Nairobi, Kenya pada 5 Juni mendatang.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup yang dikaitkan dengan Hari Perdamaian Sedunia tahun 1986. Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Emil Salim, mengemukakan hal itu dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Menurut Emil Salim, Pesan perdamaian yang berupa rekaman tersebut akan disiarkan ke seluruh dunia. Pesan tersebut akan disiarkan ke seluruh dunia.

Pesan tersebut menurut rencana akan disampaikan, antara lain oleh Presiden RI Soeharto, Presiden Filipina Corazon Aquino dan Paus Johanes Paulus. Selain pesan perdamaian itu, para kepala negara dan pemimpin dunia lainnya itu juga akan menanam pohon Perdamaian di tempat masing-masing.

Dari beberapa jenis pohon yang diusulkan oleh para ahli botani dari KLH dan Lembaga Botani Nasional, Kepala Negara menetapkan pohon “Keben” (Baringtonia Asiatica Kurz) sebagai pohon yang akan ditanam dalam rangka peringatan tersebut.

Pohon yang antara lain terdapat di pagar Kraton Yogya dan reliefnya juga ada di Candi Borobudur ini, ujar Emil melambangkan sebagai pelindung negara. Keben bisa mencapai tinggi 20 meter dan berumur ratusan tahun. Ia dapat hidup pada tanah berpasir.

Tanggal 5 Juni ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup Se dunia, karena pada tanggal5 Juni 1972, dalam Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup telah dihasilkan konvensi untuk menyelamatkan lingkungan. Dan keterkaitannya dengan Hari Perdamaian dalam sidang PBB beberapa waktu yang lalu, tahun 1986 ini ditetapkan sebagai Hari Perdamaian Sedunia.

Penghargaan Adipura

Dalam kesempatan tersebut, Menteri juga menjelaskan sekitar hadiah Kalpataru dan Penghargaan Adipura. Tentang Kalpataru, Emil mengatakan pesertanya tahun ini berjumlah 265 orang yang diusulkan oleh masyarakat, pers, lembaga masyarakat, pers, lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah daerah.

Sedangkan penghargaan Adipura (yang artinya Kota yang Agung) diberikan kepada Ibu kota Propinsi yang dinilai terbaik pengelolaan kependudukan dan lingkungan hidupnya.

Tim penilai untuk penghargaan Adipura terdiri dari beberapa departemen yang dikordinasi oleh KLH.

Ke dua penghargaan ini akan diberikan pada tanggal 5 Juni 1986. Oleh Presiden di lstana Negara tempat seluruh kegiatan Hari Lingkungan Hidup dipusatkan. (RA)

 

 

Jakarta, Merdeka

Sumber : MERDEKA (16/05/1986)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 680-682.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: