Nov 242017
 

SOEHARTO BERI CENDERAMATA KEPADA PRESIDEN ROMANIA

Jakarta, Antara

Ukiran kayu setinggi lebih dari setengah meter berbentuk burung Garuda, hasil pahatan seniman tradisional Bali, dihadiahkan Presiden Soeharto kepada tamu negara Presiden Republik Romania Nicolae Ceausescu di Istana Negara Jakarta Jumat malam.

Dalam acara pertukaran cenderamata menjelang jamuan santap malam kenegaraan itu Ibu Negara Ny. Tien Soeharto menghadiahkan baju kemeja batik untuk Presiden Ceausescu, dan untuk isteri pemimpin Romania tersebut Ibu Tien memberikan bahan kain batik serta seperangkat alat minum teh terbuat dari perak hasil kerajinan rakyat Yogyakarta.

Sebaliknya, tamu negara dari Romania itu membawa oleh-oleh untuk Presiden dan Ny. Tien Soeharto berupa vas bunga keramik setinggi kurang-lebih 30 km, seperangkat piring keramik dan sebuah penutup tempat tidur warna merah menyala, buatan rakyat negeri Eropa Timur Jamuan kenegaraan tersebut dihadiri pula oleh Wakil Presiden dan Ny. E.N. Sudharmono, para pimpinan lembaga tertinggi/tinggi negara, para menteri kabinet serta pejabat tinggi sipil dan militer, di samping para pejabat Romania yang menyertai lawatan Presiden Ceausescu ke Indonesia.

Dalam jamuan tersebut disajikan sejumlah masakan khas Indonesia lengkap dengan makanan dan minuman penutup. Lagu-lagu merdu dibawakan penyanyi Renny Purwonegoro, Grace Simon dan Neno Warisman mengalun lembut selama santap malam berlangsung, diiringi grup musik Los Morenos.

Sajian Kesenian

Setelah bersantap, tamu negara dan hadirin lain disuguhi pagelaran kesenian daerah antara lain Tari Kirana Ratih (JawaTengah), Tari Rantak dari Minangkabau, Tari Manukrawa dari Bali dan Prawira Yuda dari Jawa.

Terakhir tampil sekitar 60 siswa/i SMA Pasundan Bandung memainkan alat musik tradisional angklung dengan membawakan beberapa lagu bernada riang. Mereka nampak mahir bermain angklung sehingga mendapat sambutan besar dari tamu negara dan hadirin lain.

Pada akhir penyajian keseruan itu Presiden dan Ny. Elena Ceausescu berjabatan tangan dengan para penari sambal mengucapkan terima kasih atas hiburan yang mereka tampilkan malam itu.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (07/04/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 96-97.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: