Sep 062016
 

Dalam Rangka Penjelesaian Masalah “Malaysia” Kontak Person Terakhir Akan Dikirim Ke K’Lumpur

SIDANG KOGAM MEMBAHAS SETJARA MENDALAM HASIL TUGAS DJENDERAL SOEHARTO [1]

 

Djakarta, Berita Yudha

Menutama/MenPangad Djenderal Soeharto dalam waktu tidak lama lagi akan mengirimkan kontak persoon terachir dalam rangka penjelesaian setjara damai masalah “Malaysia”. Seperti diketahui dalam rangka penjelesaian masalah tsb. jang mendjadi tugas Djenderal Soeharto sedjak selesainja perundingan Bangkok telah dikirimkan petugas2 chusus untuk melakukan kontak2 dengan pihak Kuala Lumpur dan pihak K. Lumpur sebaliknja telah mengirimkan utusan2nja ke Indonesia.

Kesemuanja ini telah lebih mendekatkan lagi kemungkina penjelesaian setjara damai. Demikian keterangan kepada pers selesai sidang KOGAM terbatas jang dipimpin langsung oleh Pangsar KOGAM/Presiden Soekarno Sabtu pagi di Istana Bogor.

Sidang jang berlangsung kurang dari dua djam dan dihadiri oleh Pre­sidium lengkap, keempat Panglima AB, Ketua2 Gabungan (Wapangsar Djenderal Nasution berhalangan hadir) telah membahas setjara mendalam laporan hasil2 dari tugas Djenderal Soeharto dalam rangka penelitian hasil perundingan Bangkok sesuai dengan putusan sidang KOGAM pada tgl. 8 Djuni dan 10 Djuli 1966 jl.

Ka. Penerangan KOGAM Kol. Soenarjo jang memberikan keterangan kepada pers diruangan sidang didepan semua peserta sidang selandjutnja dalam keterangan tertulisnja memberitahukan bahwa rapat berpendapat djalan damai dalam penjelesaian masalah “M” masih tetap mendjadi garis politik Indonesia dalam rangka Manila Agreement. Hingga kini telah ditjapai kemadjuan2 dalam memberikan tafsiran2 atas hasil perundingan Bangkok.

Untuk melandjutkan usaha2 penjelesaian setjara damai atas dasar M.A itu maka akan dikirim kontak terachir dalam waktu tidak lama lagi oleh Djenderal Soeharto.

Menurut keterangan tsb. keputusan rapat ini adalah dilandasi oleh betapa mendesak dan pentingnja perdamaian dan kestabilan supaja segera tertjapai, demi kepentingan nasional dan rakjat kedua belah pihak chususnja dan Asia Tenggara pada umumnja.

Pertanjaan satu2nja jang bisa menerobosi sidang, mengenai siapa utusan kontak person jang dimaksud dengan tegas didjawab Djenderal Soeharto “tidak perlu diumumkan”. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (01/08/1966)

[1]Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam  Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, Hal 208-209.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: