Des 062017
 

SIDANG ESCAP KE-44: BANYAK KONSEP EKONOMI DITAWARKAN

Jakarta, Antara

Banyak konsep, usul maupun pemikiran yang diajukan di forum Komisi Ekonomi dan Sosial Asia Pasiflk (ESCAP) yang kini tengah berlangsung di Jakarta, khususnya di bidang ekonomi sudah dilaksanakan di Indonesia, di samping memang banyak terdapat hal-hal baru.

Ketua Delegasi Indonesia di sidang ESCAP, Prof Dr Benny S. Muljana, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa siang,mengemukakan kepada pers, disamping itu konsep-konsep yang menyangkut masalah sosial dan sumber daya manusia yang diketengahkan dalam forum sudah banyak dilaksanakan di Indonesia.

Prof B.S. Muljana yang menjabat sebagai Menteri Muda/Wakil Ketua Bappenas dalam kaitan ini menyebutkan bahwa di bidang kesehatan Indonesia telah mencapai kemajuan yang sangat pesat terutama sejak Pelita II dengan dibangunnya pusat-pusat kesehatan (Puskesmas) sampai ke desa-desa.

Perkembangan yang sama juga dicapai di bidang pendidikan, sementara masalah pemukiman mendapat perhatian dan juga kemajuan yang pesat sejak dibangunnya perumahan-perumahan murah oleh Perumnas pada Pelita III, kata B.S. Mulyana.

Di bidang ekonomi Indonesia dewasa ini berusaha mengadakan upaya untuk meningkatkan ekspor non migas dan tidak lagi menggantungkan diri pada ekspor migas seperti masa-masa lalu.

Di bidang ini, kata menteri Muljana, Indonesia memang masih perlu melakukan berbagai diversifikasi komoditi ekspornya sebagai upaya jangka panjang melalui restrukturisasi.

Restrukturisasi

Dalam kaitan ini dikemukakan, semakin besar kemampuan pengembangan sumber daya manusia makin besar kemampuan untuk mengadakan restrukturisasi.

Sebagai contoh disebutkan Jepang yang walaupun tidak memiliki sumber alam yang tidak begitu banyak tapi mampu mengembangkan ekonominya dengan baik sekali karena kemampuan dari sumber daya manusianya itu.

Menteri Muljana mengatakan, sekalipun apa yang muncul dalam forum ESCAP sudah banyak yang dilaksanakan di Indonesia, tapi bagi negara-negara lain terutama bagi negara yang kurang berkembang maupun negara yang pendapatannya sangat rendah, konsep dan pemikiran ESCAP mungkin sekali banyak yang belum mereka lakukan.

Tetapi B.S. Muljana mengingatkan bahwa sebagaimana juga dengan forum-forum internasional lainnya, usul-usul yang diajukan dalam forum ESCAP tidak mengikat.

Dalam pelaksanaannya nanti apa yang dihasilkan oleh sidang ESCAP ke-44 ini tergantung dari negara masing-masing. Tidak ada yang diputuskan di sidang ESCAP ini harus dilaksanakan, kata B.S. Muljana.

Dia menyebutkan pentingnya masalah pengembangan sumber daya dengan penekanan lapangan kerja bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik, mengingat dikawasan ini masih terdapat sejumlah negara miskin.

Jumlah penduduk kawasan Asia Pasifik 2,7 miliar atau 56 persen dari seluruh penduduk dunia yang berjumlah lima miliar jiwa.

Sidang tahunan ESCAP dibuka Presiden Soeharto hari Senin dan akan berlangsung hingga 20 April mendatang.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (12/04/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 291-292.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: