SESUDAH G.30.S/PKI PERTENTANGAN AGAMA LEBIH SERING TERDJADI

Menurut Panglima Siliwangi Majdjen A.J. Witono

SESUDAH G.30.S/PKI PERTENTANGAN AGAMA LEBIH SERING TERDJADI[1]

. Membuktikan Siasat G-30-S/PKI Berhasil

. Sikap Perbuatan & Perkataan Ulama Sangat Berpengaruh Pada Umatnja

 

Bandung, Kompas

Panglima Kodam VI/Siliwangi Majdjen AJ. Witono menandaskan, bahwa chusus dibidang agama tampak suatu gedjala njata, jakni sesudah peristiwa G30S/PKI pertentangan antara berbagai golongan agama lebih sering terdjadi.

Hal itu dinjatakan Panglima pada penutupan Musjawarah Tahunan Madjelis Ulama Djawa Barat baru2 ini di gedung Wanita Bandung.

Gedjala itu menurut pengamatan Panglima Siliwangi membuktikan berhasilnja PKI menjusup agama, seperti terbukti dalam peristiwa “Djatibarang” pada permulaan tahun 1969 ini. Siasat adu domba dengan menggunakan fanatisme mendjatuhkan terdjerembabnja sesama pendukung dan pembela Pantjasila, malahan sampai2 anggota ABRI pun dapat terpengaruh.

Ditandaskan, bahwa untuk menghadapi siasat jang litjik dan berbahaja itu Siliwangi sendiri telah mendapat kepertjajaan untuk mempelopori apel ummat beragama jang diwakili oleh rochaniawan2 ABRI maupun sipil bulan Djuni jbl.

Kemudian untuk meningkatkan kemampuan dan kesanggupan pelaksanaan tugas rochaniawan dari masing2 agama dalam keluarga Siliwangi, maka pada permulaan bulan September ini selama seminggu dan Katholik seluruh slagorde Siliwangi telah digembleng dalam up-grading di kota Bandung.

Panglima Siliwangi menjatakan djuga, bahwa masalah keagamaan bukan merupakan soal mudah. Lebih mudah bagi orang2 untuk menilai dari luar pagar daripada mereka jang terlibat dalam pelaksanaan tugas. Namun bagaimanapun djuga konflik2 dalam kalangan ummat Islam sendiri, antara ummat Islam dengan ummat beragama lainnja djelas dapat membahajakan eksistensi bangsa dan negara Indonesia.

Memutuskannja bahwa sikap perbuatan dan perkataan para ulama akan sangat berpengaruh terhadap sikap dan kelakuan umat jang mengikuti teladan para ulama.

Harapan saja pula, agar Madjlis Ulama dapat tampil kedepan sebagai wadah pemersatu umat, mendjadi tempat bermusjawarah jang representative bagi para ulama jang selain berorientasi pada kesejahteraan umatnja.

Chusus dalam hal penjelesaian tahanan G-30-S/PKI golongan C jang sebentar lagi dibebaskan diharapkannja agar Madjelis Ulama memberikan sumbangan pikiran bagaimana sebaiknja pengembalian itu dilakukan. (DTS)

Sumber: KOMPAS (24/09/1969)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 422-423.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.