Jan 162017
 
HM Soeharto dalam berita

Induk Karangan:

SERUAN PRESIDEN SOEHARTO [1]

 

Jakarta, Pelita

Ketika membuka Sidang III Tingkat Menteri Kelompok-77 Wilayah Asia di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Senin pagi, Presiden Soeharto menyerukan agar Negara maju dengan tulus membantu negara miskin dan sedang membangun.

Seruan Kepala Negara ini mempunyai dasar yang kuat dan tujuan yang pasti. Dasarnya adalah keadilan dan kewajiban moril, karena keterbelakangan dan kemiskinan di negara yang sedang membangun adalah akibat penjajahan di masa lampau oleh negara maju.

Sedangkan tujuannya ialah agar negara maju secara riil memberi bantuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan negara miskin dan yang sedang membangun, sehingga jurang pemisah antara negara maju dan negara miskin dapat diperkecil, dalam rangka menciptakan perdamaian dunia.

Kita tidak menutup mata akan bantuan yang diberikan negara maju pada negara yang sedang membangun, baik bantuan keuangan, tekhnologi maupun keakhlian. Tapi disamping itu dirasakan pula kerngian2 akibat dari pada kebijaksanaan tindakan negara maju di bidang ekonomi dan perdagangan.

Kerugian itu bukan hanya karena krisis moneter berikut inflasi yang melanda dunia akibat permainan negara maju yang satu dengan lainnya bersaingan dengan terlalu mengutamakan kepentingannya tanpa memikirkan kepentingan negara lain. Tapi kerugian itu juga menyangkut perdagangan bahan mentah dari negara sedang berkembang.

Apakah artinya bantuan keuangan yang dikucurkan negara maju, kalau pada saat yang bersamaan negara penerima bantuan menderita kerugian pada waktu memasarkan bahan2 mentahnya ke negara industri maju itu. Apakah bantuan yang demikian diberikan secara tulus ikhlas, masih merupakan pertanyaan yang perlu direnungkan.

Bila keadaan yang demikian berlangsung terus, maka negara industri maju akan berkembang secara deret ukur sedangkan negara agraris sedang membangun akan berkembang secara deret hitung. Perkembangan mana akan terus pincang dan jurang pemisah bukannya makin kecil, tapi justru makin melebar.

Negara miskin yang sedang membangun tidak menginginkan keadaan tersebut. Sehingga disamping meminta ketulusan Negara maju untuk memberi bantuannya secara riil, maka negara miskin hendaknya pula bersama2 untuk memperjuangkan kepentingannya, yaitu kepentingan meningkatkan derajat kehidupan bangsanya.

Memperjuangkan kepentingan rakyat di negara miskin yang sedang membangun bukanlah sekedar menyangkut aspek ekonomi, tapi sudah menjangkau aspek politik. Rasa solidaritas dan dirapihkannya satu barisan untuk meningkatkan perjuangan itu, adalah satu keputusan politik.

Keputusan politik yang kita maksudkan bukanlah menggariskan sikap konfrontasi dengan negara maju dan tidak pula mengikuti apa saja yang dikehendaki negara maju itu, tapi hendaknya dijuruskan pada perjuangan memperbaharui sistim dan tata ekonomi berikut lembaga2 ekonomi keuangan internasional yang ada, agar tidak didominir negara maju.

Karenanya, seruan Presiden Soeharto itu tidak hanya ditujukan kepada Negara maju untuk secara tulus ikhlas memberi bantuannya kepada negara miskin dan sedang berkembang, tapi juga sekaligus diarahkan kepada negara sedang membangun untuk bersama2 lebih meningkatkan perjuangannya bagi peningkatan hidup masyarakatnya. (DTS)

Sumber:  PELITA (21/01/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 23-24.

  One Response to “SERUAN PRESIDEN SOEHARTO”

  1. saya senang membaca artikel2 disini

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: