Sep 142017
 

SELURUH PROYEK TMII DIHIBAHKAN PADA NEGARA

 

 

 

Jakarta, Antara

Seluruh kompleks Taman Mini Indonesia lndah (TMll) yang terletak di Jakarta Timur hari Rabu diserahkan oleh Yayasan Harapan Kita kepada bangsa dan negara Republik Indonesia.

Penyerahan secara hibah itu ditandai dengan penandatanganan akta persembahan proyek TMII oleh Ibu Tien Soeharto selaku Ketua Umum Yayasan harapan Kita (YHK) dan Presiden Soeharto atas nama negara atau pemerintah RI di hadapan Notaris Koesbiono Sarmanhadi.

Acara yang berlangsung di Jalan Cendana 8 Jakarta hari Rabu itu disaksikan pula oleh Menteri/Sekretaris Negara Sudharmono SH dan para pengurus YHK antara lain Dr. Ibnu Sutowo, Ny. Ali  Moertopo,  Ny. Sudjono Humardani,  Ny.  Muhono, Ny. Widya Latief dan Sampoerno.

Dengan penyerahan tersebut maka segala keuntungan atau kerugian beban atas tanah serta seluruh bangunan TMII mulai sekarang untuk dan/atau menjadi tanggungan negara.

Presiden dalam kesempatan itu menyatak:an terima kasih dan penghargaan kepada pengurus YHK yang telah berhasil membangun TMII menjadi tempat menampilkan seni-budaya berbagai daerah di Indonesia.

Sekarang TMII selain menjadi tempat rekreasi dan wisata juga berfungsi sebagai sarana untuk menanamkan rasa cinta tanah air, membina rasa persatuan, mengenal seni­ budaya tanah air dan membina kerajinan tangan.

TMII yang terkenal dengan paviliun daerah, taman burung dan teater Keong Emas itu berdiri di atas tanah 150 hektar lebih. Mulai dibangun sejak awal 1970-an oleh YHK dan diresmikan Presiden tahun 1975. Di kompleks itu kini sedang dibangun Museum Perminyakan dan Pertambangan, Museum Angkatan Bersenjata serta Museum Ilmu.

Pengetahuan dan Teknologi

Presiden mengatakan, dengan adanya pengalihan hak atas TMII itu maka inventarisasi seluruh kekayaan proyek tersebut akan dilakukan, di samping perubahan atas sertifikat tanahnya. Pengelola TMll, menurut Presiden, masih tetap akan dilakukan YHK dengan suatu Keppres. Untuk itu Pemerintah akan membentuk suatu Badan Pengawas.

Ia mengharapkan pengelolaan taman tersebut dilakukan secara bisnis agar TMII bisa mandiri dan tidak perlu disubsidi Pemerintah. “Saya percaya masyarakat akan tetap membantu, sehingga pengelolaan TMII tidak membebani anggaran negara,”ujar Presiden.

Menurut Presiden, selama 12 tahun berjalan sudah banyak perubahan yang teljadi pada TMII. Perubahan-perubahan itu, baik menyangkut bangunan lama maupun baru, harus segera dilaporkan, katanya. Ia juga menilai, masyarakat yang semula meragukan pembangunan TMII sekarang telah menerima proyek itu sebagai saran bermanfaat bagi pendidikan cinta tanah air, pemeliharaan seni-budaya dan tempat wisata yang menarik. “Mudah-mudahan iniakan beljalan terus karena akan ditunjang sarana yang lebih lengkap,” demikian Presiden. (LS)

 

 

Sumber: ANTARA (17/06/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 463-464.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: