Des 202016
 
Empati ditengah badai, jakarta, anton tabah,

Semarang, 15 Oktober 1998

Kepada

Yth. Bapak H. M. Soeharto

Jl. Cendana

Jakarta

 

SELAMAT MENIKMATI HARI TUA [1]

 

Assalamu’alaikum wr. wb.

Selamat jumpa untuk yang pertama kali lewat surat ini. Saya sampaikan ucapan terima kasih atas jasa Bapak selama ini, yang telah berhasil mengantarkan kehidupan keluarga saya sehingga dapat mem­peroleh kehidupan yang mapan.

Situasi seperti ini tak mungkin dapat dicapai jika keadaan tidak aman dan tenteram. Saya masih ingat bagaimana dulu dalam suatu pernyataan bahwa jadi Pegawai Negeri itu harus nrima. Nasehat Bapak itu saya jadikan pedoman demi memperoleh kehidupan yang semakin baik.

Lewat kesempatan ini pula, dari dasar lubuk hati yang paling dalam, saya ucapkan selamat menikmati hari tua. Semoga Tuhan selalu melimpahkan kesehatan kepada Bapak sekeluarga. Jasa Bapak tak akan saya lupakan. Selama ini telah saya rasakan sendiri bagaimana kehidupan PNS dibandingkan dengan sebelum Bapak menjadi Presiden.

Akhirnya perkenankanlah saya mohon maaf jika langkah ini dianggap kurang sopan. Tetapi, setelah tertulisnya surat ini saya benar­-benar merasa lega dan bahagia. Sekali lagi mohon maaf dan tak lupa mohon tambahan doa restu, semoga keluarga saya selalu selamat dan bahagia. (DTS)

Wassalam,

Soejadi, S. Harsojo

Manyaran – Semarang

[1]       Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 980. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto menyatakan berhenti dari kursi Kepresidenan. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

  One Response to “Selamat Menikmati Hari Tua”

  1. Iseng cari nama bapak saya di gugel, ketemunya cuma di sini. Iya betul, itu surat bapak saya. Dulu juga dapat bukunya gratis.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: