Nov 302016
 

Bandung, 19 Juni 1998

Kepada

Yth. Bapak Jenderal Besar (Purn) H. M. Soeharto

di Jl. Cendana No.8

Jakarta

SAYA MERASA KEHILANGAN [1]

Assalamu’alaikum wr. wb.

Dengan segala kerendahan hati saya memberanikan diri untuk membuat surat ini kepada Bapak. Ada dorongan hati dari rakyat kecil ini mengetahui keadaan Bapak, karena setelah lengser keprabonnya Bapak, saya merasa kehilangan figur.

Bapak selaku negarawan yang saya kagumi, biasanya saya dapat melihat melalui media televisi. Saya selalu melihat acara temu wicara Bapak dengan rakyat yang mana Bapak begitu membikin kagum saya karena dapat menjawab pertanyaan yang dilontarkan dengan tepat serta arif dan bijaksana.

Dengan lengser keprabonnya Bapak mungkinkah saya dapat melihat lagi? Akhir kata mudah -mudahan Bapak dalam keadaan sehat wal’afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT serta dikuatkan Iman maupun Islam. Amin.(DTS)

Wassalam

Toni Suryana

Cimahi – Bandung

[1]       Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 640. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: