RI BENTUK TIM TINGKATKAN HUBUNGAN EKONOMI DENGAN IRAN

RI BENTUK TIM TINGKATKAN HUBUNGAN EKONOMI DENGANIRAN[1]

Jakarta, Antara

Indonesia akan segera membentuk sebuah tim yang terdiri atas para pejabat tinggi guna meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Republik Islam Iran. “Presiden menugasi para menteri untuk membentuk tim ke Iran guna melihat dan mengambil langkah lebih jelas dan konkret dalam mewujudkan kesepakatan kedua presiden,” kata Mensesneg Moerdiono kepada pers di Istana Merdeka, Jumat. Ketika menjelaskan pembicaraan Presiden Soeharto dan Presiden Iran Hashemi Rafsanjani di Istana Merdeka, ia menyebutkan ketika Presiden Soeharto mengunjungi Iran pada November 1993, Iran menawarkan untuk membantu ekspor Indonesia. Berbagai produk Indonesia bisa diekspor baik untuk memenuhi kebutuhan Iran sendiri maupun untuk dijuallagi ke negara-negara tetangganya di Asia Tengah. Iran yang menawarkan diri menjadi “pintu gerbang” memiliki fasilitas angkutan yang memadai.

Moerdiono menyebutkan pula kini sedang digiatkan penyelesaian berbagai persetujuan di bidang perhubungan laut dan udara, serta kerja sama ekonomi dan teknik untuk mewujudkan peningkatan hubungan bilateral.

“Perlu segera dirampungkan sejumlah kegiatan investasi Indonesia di Iran seperti pembangunan pabrik tekstil, air mineral, serta pengolahan kelapa sawit,” kata Moerdiono.

Moerdiono mengatakan pula Presiden Soeharto telah menjelaskan kepada tamunya tentang forum Kerja Sarna EkonomiAsia Pasifik (APEC) serta Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi APEC (APEC Economic Leaders Meeting) di Bogor, 15 November. Ia mengatakan pembicaraan pada tingkat menteri/paral ell talk tidak banyak menyinggung masalah politik bilateral.

“Di bidang politik, praktis sama sekali tidak ada masalah, sehingga para menteri menjelaskan perkembangan di negara dan kawasan masing-masing, “kata Moerdiono.

Rafsanjani, hari Jumat shalat di Mesjid Istiqlal dan kemudian meninjau IPTN Bandung. Hari Sabtu pagi, ia akan mengadakan pembicaraan dengan beberapa ulama In­donesia, mengadakan jumpa pers dan kemudian pamit kepada Presiden Soeharto karena akan melanjutkan perjalanan ke Brunei Darussalam.

(T/ EU02/Ln09/14/10/9414:55/ru2)

Sumber: ANTARA(l4/10/1994)

_____________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 385-386

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.