REBUTAN KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM MELENJAPKAN KEPERTJAJAAN KPD. ISLAM

REBUTAN KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM MELENJAPKAN KEPERTJAJAAN KPD. ISLAM [1]

Gerpol PKI – arIa – Extremis Gunakan Situasi Jg Ada

 

Djakarta, Berita Yudha

Pangdam V/Djaya Majdjen. Amir Machmud menandaskan agar ummat Islam di Indonesia djangan tenggelam dengan masalah intern, dan masalah tetek bengek.

“Pertentangan dalam barisan Islam, rebutan kepemimpinan dalam Islam sendiri tidak sadja akan meruntuhkan perdjuangan Islam tetapi akan melenjapkan kepertjajaan masa rakjat kepada Islam sebagai agama jang tidak mampu membawa rakjat ke pintu gerbang masjarakat adil makmur diatas ridhonja Allah SWT”.

Memberikan sambutan pada peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW jang berlangsung dikediaman Menutama Kesra Dr. K.H. Idham Chalid Kamis malam.

Majdjen Amir Machmud menjerukan kepada seluruh umat Islam ditanah air “dengan mewarisi sinar Nabi Muhammad SAW supaja dibangkitkan kembali semangat Islam lebih dari jang sudah2 semangat beramal dan semangat berdjuang untuk memenangkan dan mensukseskan perdjoangan Orde Baru.”

Majdjen Amir Machmud djuga tidak lupa mengemukakan tentang masih beratnja situasi dan bahwa hambatan2 dari dalam dan luar terhadap djalannja Kabinet Ampera jang hingga sekarang belum djuga sepenuhnja teratasi.

Dalam hubungan ini dikemukakannja bahwa orang djangan bermimpi dan dinina-bobokan bahwa PKI dan orde Lama telah hantjur sama sekali dan bahwa kaum ekstrim akan diam dan subversi asing tidak memuntjak usahanja untuk menggunakan situasi jang ada karena itu supaja rakjat lebih waspada dan siap siaga.

Mutlak perlunja terus dilakukan operasi2 pembinaan Orde Baru jang mentjakup pengembangan kekuatan2 jang memungkinkan terjapainja Orde Baru, pemerliharaan daja tahan daripada kekuatan2 itu sendiri dan pengamanan disegala bidang jang kesemuanja itu diperlukan untuk tetap kokoh kompaknja barisan Orde Baru. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (6/10/1967)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 858.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: