Agu 212017
 

RAJA FAHD UNDANG SOEHARTO KE SAUDI

 

 

Pemerintah dan rakyat Kerajaan Arab Saudi akan sangat bergembira menyambut dan menerima dilakukannya suatu kunjungan resmi oleh Presiden Soeharto ke Arab Saudi.

“Karena cinta rakyat Arab Saudi kepada Presiden Soeharto sangat besar, maka Raja Fahd bin Abdul Aziz, Pelindung dua masjid suci (Mekkah dan Medinah) selalu menunggu kunjungan resmi kenegaraan oleh Presiden RI itu di Saudi dan sekalian untuk berumroh dan berhaji,” kata Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Talaat Amin Hamdy menjawab pertanyaan di Jakarta, Senin.

Dubes Arab Saudi yang baru, untuk Indonesia itu mengatakan, ia sendiri secara pribadipun mengharapkan, agar kedua pemimpin dari dua negara bersaudara ini (Indonesia-Arab Saudi) dapat bertemu dalam waktu dekat.

Ia mengibaratkan, kunjungan Presiden Soeharto sebagai seorang Muslim ke Arab Saudi itu sekalian untuk berumroh dan berhaji, merupakan “kunjungan ke tanah airnya yang kedua.”

Pasti Berpengaruh Besar

Dubes Talaat Amin Hamdy menekankan, pertemuan antara Presiden Soeharto dan Raja Fahd bin Abdul Aziz pasti akan membawa pengaruh dan keuntungan sangat besar bagi kedua rakyat secara menyeluruh dan khususnya pula bagi ummat Islamnya.

Ia menilai, kedua pemimpin, Presiden Soeharto dan Raja Fahd bin Abdul Aziz, adalah para pejuang besar umat Islam.

“Selama baru satu bulan saya bertugas di Indonesia, saya telah melihat dan merasakan usaha-usaha besar yang telah dilakukan Presiden Indonesia untuk melayani umat Islam dan memelihara persatuan serta kemerdekaan Indonesia. Hal inilah yang menjadikan saya sangat menghormatinya dengan mendoakan dan mengharapkan agar beliau panjang umur sehat bahagia dan agar umat Islam serta seluruh rakyat Indonesia akan mencapai kemakmuran dan kesejahteraan dalam kepemimpinannya,” kata Dubes Talaat Amin Hamdy.

Dubes Arab Saudi tersebut menyatakan tekadnya, selama masa tugasnya di Indonesia ini, ia akan berusaha untuk memperteguh, memperkuat dan mempererat hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi menjadi persaudaraan Islam yang sesungguhnya.

Ia menilai, hubungan antara kedua negara selama ini sangat baik dan lancar baik. (RA)

 

 

Jakarta, Pelita

Sumber : PELITA (23/08/1988)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 212-213.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: