PROYEK PERCONTOHAN RUMAH SUSUN BAGI KI DI CILEUNGSI

PROYEK PERCONTOHAN RUMAH SUSUN BAGI KI DI CILEUNGSI[1]

 

Jakarta, Antara

Proyek percontohan rumah susun bagi para karyawan yang bekerja di kawasan industri (K5) akan dibangun swasta di Cileungsi Bogor, walau disadari biaya pembangunan rurnah susun lebih mahal dibanding rumah biasa.

Seusai melapor kepada Presiden Soeharto  di Bina Graha, Selasa tentang persiapan pembangunan proyek percontohan itu, Menpera Akbar Tandjung mengatakan kepada pers bahwa pihaknya mengupayakan para calon penghuni rumah susun itu bisa membelinya walau biaya konstruksinya tinggi.

Akbar mengatakan, pembangunan proyek percontohan itu merupakan realisasi kerjasama tiga pihak yang ditandatangani baru-baru ini yaitu Menperind Tunky Ariwibowo, Menaker Abdul Latif serta Akbar sendiri.

Kepada Kepala Negara, juga dilaporkan hasil pertemuan para pejabat berbagai departemen dan instansi terkait yang membahas kemungkinan bagi orang asing atau badan asing untuk membeli dan menguasai rumah susun.

Orang asing atau badan hukum asing boleh membeli rumah susun asal memenuhi beberapa persyaratan seperti rumah susun itu dibangun di atas tanah dengan hak pakai sehingga tempat hunian itu termasuk kelas menengah dan atas. Para pejabat itu juga sepakat bahwa hak pakainya berlangsung selama 20 tahun. Jika ingin dijual maka rumah minimal tiga tahun sudah dihuni dan rumah susun ini boleh diagunkan.

Namun para calon pembeli itu harus memenuhi semua persyaratan keimigrasian seperti mempunyai izin masuk, izin melakukan bisnis atau investasi,dan membayar pajak. Ketika menanggapi kesepakatan tim interdep itu, Kepala Negara pada dasamya menyetujui pokok-pokok pikiran itu. Namun Menpera diminta untuk berkonsultasi dengan para pejabat lainnya sebelum pemerintah mengeluarkan peraturan.

Sumber: ANTARA(l9/04 /1994)

______________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 790-790.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: