Sep 132017
 

PROYEK INDUSTRI YG SELESAI DILAPOR PRESIDEN

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menurut rencana Juni mendatang akan meresmikan perluasan pabrik semen Padang yang menjadikan kapasitas produksi pabrik tersebut naik menjadi 2,1 juta ton per tahun, kata Menteri Perindustrian Ir Hartarto hari Karnis.

Setelah melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Jakarta ia mengungkapkan Proyek Indarung III yang menambah kapasitas produksi 600.000 ton per tahun itu dibangun atas kerjasama dengan India dilandasi semangat kerjasama antara negara berkembang.

lnvestasi bagi proyek perluasan itu mencapai Rp 119 miliar, berarti lebih besar dibanding perhitungan semula yaitu Rp 100 miliar akibat keterlambatan pada penyelesaian proyek.

“Proyek terlambat 14 sampai 16 bulan dari jadwal semula, namun semua masalah akibat keterlambatan itu sudah diselesaikan.”

Hartarto kepada Presiden juga melaporkan penyelesaian proyek-proyek industri baru maupun perluasan di Jawa Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Di JawaBarat proyek baru yang telah beroperasi komerasial betjumlah 85 buah dengan nilai investasi Rp 82,4 miliar dan menampung tenaga ketja 13.356 orang.

Hartarto mengatakan sebagian dari proyek itu sudah melakukan program ekspor yaitu pakaikan jadi , chopstick dan alat peraga pendidikan dengan nilai ekspor 19 juta dollar AS per tahun.

Di Yogyakarta proyek yang beroperasi 27 buah dengan nilai investasi Rp 43,7 miliar dan menyerap tenaga ketja 4.693 orang.

Sebagian dari proyek tersebut sudah melakukan program ekspor yaitu barang­ barang kulit, lampu pijar, lampu TL dan lampu hias serta batik dengan nilai 14,3 juta dollar AS.

Di Kalimantan Timur pembangunan ProyekAneka lndustri dan lndustri Kecil yang sudah selesai berjumlah 57 buah dengan nilai investasi Rp 6,9 miliar dan menyerap tenaga  ketja  755 orang.

Proyek industri di ketiga daerah itu akan diresmikan oleh Menteri Perindustrian Hartarto, Menteri Tenaga Ketja Sudomo dan Menteri Koperasi Bustanil Arifin bulan Juni mendatang.

Pada kesempatan itu ketiga menteri tersebut akan meresmikan pula Koperasi lndustri Kecil dan Kerajinan (Kopinkra). Di Yogyakarta sebanyak 79 Kopinkra dengan 6.656 unit usaha dan menyerap tenaga ketja 13.153 orang. Kopinkra di Kalimantan Timur yang akan diresmikan sebanyak 22 buah dengan jumlah anggota anggota 1.558 unitusaha.

Hartarto ju ga mengungkapkan sudah beroperasinya 1.300 proyek industri diJawa Timur dengan nilai investasi Rp 185,7 miliar dengan tenaga ketja 8.384 orang. Sebagian dari proyek itu sudah melaku kan program ekspsor dengan produk pengolahan rotan, perabot rumah tangga, kain raj ut dan sepatu dengan nilai ekspor 26,9 juta dollar AS. Sedang industri di Sulawesi Selatan yan g akan diresmikan sebanyak 25 buah dengan nilai investasi Rp 6,2 miliar, menampu ng tenaga ketja 1.025 orang. Sebagian proyek itu sudah mengekspsor rotan olahan, rumput laut olahan, kayu gergajian, makanan ternak dan min yak gosok dengan nilai 10,3 juta dollar AS.

Di Jawa Timur ketiga menteri akan meresmikan 43 Kopinkra yang memiliki unit usaha 6.272 dan menyerap tenaga kerja 17.967 orang. Sedangkan di Sulawesi Selatan akan diresmikan 85 Kopinkra dengan jumlah unit usaha 4.349 buah dan menampung tenaga kerja 6.774 orang. (LS) U.A05/RA1/H02/87-04-30-12:38.

 

 

 

Sumber: ANTARA (30/04/1987)

 

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 444-446.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: