PRESIDEN YANG PUTUSKAN PELUNCUR PALAPA

PRESIDEN YANG PUTUSKAN PELUNCUR PALAPA

 

 

Jakarta, Antara

Menristek/Ketua BPP Teknologi, BJ Habibie mengatakan, Presiden Soeharto sendirilah yang akan memutuskan jenis peluncur yang akan dimanfaatkan untuk membawa Satelit Palapa B-4 ke orbitnya pada tahun 1992 mendatang.

Masalah ini dikemukakan Habibie kepada pers setelah menerima Ketua Eksekutif Arianespace Charles Bigot di Jakarta hari Rabu.

Beberapa negara telah menawarkan peluncurnya kepada Indonesia, antara lain AS, RR Cina, dan Perancis. Habibie mengatakan, tugas utama BPP Teknologi adalah mengkaji berbagai aspek yang kemudian hasilnya disampaikan kepada Kepala Negara.

Ia mengatakan, yang paling ideal adalah jika peluncuran itu dilakukan di daerah khatulistiwa, karena bisa menghemat energi yang dipakai oleh satelit itu.

“Jika diluncurkan di daerah khatulistiwa, masa pakainya bisa mencapai 11 tahun, sedangkan jika jauh dari daerah khatulistiwa maka hanya sembilan tahun,” katanya.

Ketika berbicara tentang kemungkinan menggunakan peluncur “Long March” buatan RRC yang penjajakannya sedang berlangsung antara kedua pemerintah, Habibie menyebutkan bahwa dari segi ekonomis kurang menguntungkan.

“Kecuali kalau peluncur itu dibawa ke Pulau Gag, Irian Jaya, tapi untuk itu diperlukan investasi lagi,” kata Habibie.

Tidak tertutup kemungkinan Ketika mengunjungi RRC baru-baru ini, Presiden Soeharto mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan bagi Indonesia untuk memanfaatkan Long Marchini.

Sementara itu, Menko Ekuin dan Wasbang Radius Prawiro pemah mengatakan jika Indonesia memanfaatkan Long March maka bisa dihemat dana sekitar 17 juta dolar AS.

“Semuanya terserah kepada Presiden Soeharto. Tugas BPPT adalah melakukan pengkajian,” kata Habibie.

Direktur Utama Perumtel Cacuk Sudarijanto beberapa waktu lalu mengatakan, penelitian tentang kemungkinan memanfaatkan peralatan Cina itu merupakan upaya untuk mencari beberapa altematif, sebelum pemerintah mengambil keputusan.

 

 

Sumber : ANTARA (13/02/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 650-651.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.