PRESIDEN ZIARAH KE MAKAM LENIN DAN PAHLAWAN TAK DIKENAL

PRESIDEN ZIARAH KE MAKAM LENIN DAN PAHLAWAN TAK DIKENAL

 

 

Moskow, Antara

Presiden Soeharto Selasa pagi pukul 10.00 waktu setempat mengunjungi Masoleum Lenin dan Makam Pahlawan tak dikenal, yang terletak di sekitar Istana Kremlin, Moskow, Uni Sovyet.

Cuaca mendung dan suhu udara mencapai sekitar empat derajat celcius, ketika Kepala Negara RI yang disertai Ibu Tien Soeharto, Menko Ekuin Radius Prawiro, Mensesneg Moerdiono, Menlu Ali Alatas dan Pangab Jendral TNI Try Soetrisno, berziarah ke makam itu yang berada di dalam bangunan batu marmer merah tua.

Sekitar 10 menit Presiden dan rombongan di masoleum itu, kemudian melakukan ziarah ke Makam Pahlawan tak dikenal, yang letaknya sekitar 300 meter dari Masoleum Lenin.

Lagu Indonesia Raya dikumandangkan, ketika Presiden mengunjungi Makam Pahlawan tak dikenal itu dan pasukan kehormatan memberikan hormat kepada Kepala Negara RI, yang mengenakan mantel hitam karena cuaca cukup dingin.

Wartawan ANTARA AJF. Makiwawu melaporkan, Presiden Soeharto dari Kremlin kemudian meninjau peternakan kuda yang berada di luar kota, yang

memerlukan perjalanan sekitar satu jam dari Moskow, sementara lbu Tien Soeharto meninjau pameran hasil kerajinan rakyat.

Pangab Jendral Try Soetrisno seusai menghadiri peninjauan ke Masoleum Lenin dan Pahlawan tak dikenal, kemudian mengadakan pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Uni Soviet K. Moi seyev. Pangab juga meninjau Akademi Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Soviet.

 

Tinjau Peternakan Kuda

Presiden Soeharto, yang disertai Menko Ekuin Radius Prawiro, Selasa pagi itu juga meninjau peternakan kuda yang berada sekitar 35 Km dari Moskow. Di peternakan kuda, Presiden menyaksikan jeni s-jenis kuda unggul dari berbagai wilayah di Uni Soviet, ada yang berwarna hitam, coklat, dan putih.

Peternakan kuda tersebut setiap dua kali setahun diadakan lelang internasional dan harga kuda ada yang mencapai jutaan dolar Amerika.

Kuda-kuda hasil peternakan itu tidak hanya untuk perlombaan tetapi juga untuk angkutan. Kuda-kuda dari peternakan ini pemah menjuarai Olimpiade tiga kali berturut turut.

Presiden Soeharto sebelum meninggalkan Moskow Selasa malam, mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Moskow.

 

 

Sumber : ANTARA(21/0/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 770-771.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.