PRESIDEN : UPAYA MEMBANTU KAUM CACAT PERLU TERUS DILAKUKAN

PRESIDEN : UPAYA MEMBANTU KAUM CACAT PERLU TERUS DILAKUKAN [1]

Jakarta, Suara Pembaruan

Para penyandang cacat juga mempunyai hak yang sama dengan mereka yang tidak cacat dalam menikmati hasil-hasil kemajuan peradaban manusia. Selain itu, membantu para penyandang cacat juga merupakan wujud dari rasa kemanusiaan kita. Karena itu, upaya ini perlu mendapat dukungan kita bersama.

Presiden Soeharto mengemukakan hal itu Selasa pagi ketika meresmikan pembukaan Konferensi Regional Asia Pasifik ke-10 tentang Rehabilitasi Internasional Penyandang Cacat di Istana Negara Jakarta. Presiden sekaligus secara resmi memulai dan mencanangkan Tahun 1995 sebagai Puncak Kampanye Dasawarsa Penyandang Cacat Kawasan Asia Pasifik  1993-2002 di Indonesia.

Selama ini, kata Kepala Negara, telah banyak usaha mencegah bertambah besarnya jumlah penyandang cacat, seperti peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penanggulangan penyakit yang bisa menyebabkan cacat, perhatian yang makin besar kepada ibu hamil dan lain-lain.

Namun, penyandang cacat di dunia tetap tidak menurun jumlahnya. Menurut para ahli, demikian Presiden, hal ini antara lain disebabkan bertambah banyaknya jumlah penyandang cacat disebabkan penyakit generatif, kecelakaan lalu lintas, kecelakaan penggunaan mesin-mesin modern dan sebagainya. Karena itu, upaya untuk membantu, kaum cacat tetaplah perlu terns dilakukan.

Setelah menguraikan usaha-usaha yang dilakukan Bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan, Presiden Soeharto mengatakan, dalam melaksanakan pembangunan, kami menaruh perhatian yang besar kepada para penyandang cacat. Melalui pembangunan, kami berusaha untuk mengembangkan pelayanan sosial bagi para penyandang cacat.

“Walaupun serba terbatas, namun para penyandang cacat memperoleh bimbingan, pembinaan, bantuan, santunan dan rehabilitasi”.

Kesempatan

Dikatakan Presiden, kami berusaha agar penyandang cacat memperoleh kesempatan berusaha dan bekerja serta menempuh kehidupan sesuai dengan kemampuan masing-masing dan martabat kemanusiaan. Kemampuan profesional lembaga-lembaga sosial dan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang ini terus kami tingkatkan agar dapat memberikan pelayanan sosial yang bertambah baik.

Kesadaran kesetiakawanan dan tanggung jawab sosial masyarakat terus kami kembangkan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah ­ masalah yang dihadapi para penyandang cacat, kata Kepala Negara.

Upaya -upaya itu, sejalan dengan hakikat pembangu nan Indonesia, yaitu membangun manusia Indonesia seutuhnya dan membangun seluruh masyarakat Indonesia.

Salah satu perkembangan yang menggembirakan adalah dalam tahun-tahun terakhir ini peran para penyandang cacat dalam menentukan kebijakan tentang rehabilitasi penyandang cacat makin besar,demikian dikemukakan Kepala Negara.

Sumber : SUARA PEMBARUAN (12/09/1995)

_____________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 744-745.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.