Feb 142018
 

PRESIDEN ULANG TAHUN DI NEW YORK

 

 

New York, Antara

Presiden Soeharto hari Kamis genap berusia 68 tahun, namun untuk pertama kalinya Kepala Negara melewatkan ulang tahunnya itu dalam suasana berbeda dari biasanya karena tepat pada hari itu diajustru sedang melakukan kunjungan di AS membawa suatu misi kenegaraan.

Presiden Soeharto pada hari ulang tahunnya 8 Juni berada di New York untuk menerima penghargaan tertinggi PBB bidang kependudukan atas keberhasilannya memimpin Bangsa Indonesia melaksanakan program KB.

Kepala Negara tiba di New York Rabu pagi waktu setempat atau Rabu tengah malam WIB. Setibanya di bandara J.F. Kennedy, Presiden yang dalam kunjungan itu didampingi Ibu Tien Soeharto langsung diantar menuju-hotel Plaza untuk beristirahat sebelum menghadapi acara penyerahan penghargaan PBB keesokan harinya.

Penghargaan itu sendiri direncanakan berlangsung di Mabes PBB New York Kamis sore waktu setempat (8 Juni di Indonesia).

Satu satunya acara resmi Presiden pada Rabu petang waktu setempat adalah menerima Walikota New York. Eduard Koch di hotel Plaza tempat Kepala Negara bermalam selama di New York.

Selain menerima penghargaan PBB, dalam kunjungannya di AS kali ini Presiden juga akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS George Bush di Washington pada Jumat.

Kepala Negara direncanakan akan kembali ke tanah air Senin (12/6) mendatang.

 

Kota Sibuk

Kunjungan kehormatan Walikota New York kepada Presiden Soeharto berlangsung sekitar setengah jam. Pertemuan itu hanya bersifat ramah tamah dan tidak membahas masalah penting.

New York merupakan salah satu kota terpadat penduduknya di AS dan bahkan

di dunia dewasaini. Kegiatan kota yang dihuni sekitar sepuluh juta jiwa itu seakan tidak pernah terhenti kegiatannya.

Ketika Presiden Soeharto tiba di New York pukul 11.00 siang waktu setempat atau 23.00 WIB Rabu malam, kemacetan lalu lintas sedang terjadi di sepanjang jalan­jalan raya.

Limusin hitam yang ditumpangi Presiden dan Ibu Tien Soeharto dari bandara Kennedy bisa lancar menembus kemacetan itu berkat panduan para petu gas kepolisian yang mengawal dengan mobil dan sepeda motor yang menggunakan sirene.

Presiden tiba di New York dari Jenewa Swiss setelah menempuh penerbangan lebih dari sembilan Jam. Pesawat DC-10 Garuda yang ditumpangi Kepala Negara dan rombongan mendarat mulus di bandara Kennedy di tengah-tengah gerimis dan cuaca berkabut dengan suhu sekitar 20 derajat Celcius.

Kedatangan Presiden dan rombongan disambut Dubes Wakil Tetap RI di PBB, Nana Sutresna dan kepala protokol PBB Aly Teymour, dubes AS untuk RI John C. Monjo, Dubes RI untuk AS, A.R. Ramly serta para dubes negara ASEAN di New York.

 

 

Sumber : SUARA KARYA (09/06/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 693-694.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: