Nov 152017
 

PRESIDEN TTG PEMENANG LOMBA KELOMPOK TANI

Jakarta, Antara

Para pemenang pertama tingkat Nasional lomba kelompok tani intensifikasi pangan tahun 1986/87 menurut rencana akan menerima hadiah senilai Rp. 10 juta langsung dari Presiden Soeharto di Istana Negara,28 Desember mendatang.

Sekretaris Satuan Badan Pengendali Bimas Ir. Dudung Abduladjid ketika mengumumkan para pemenang Iomba intensifikasi pangan 1986/87 di Jakarta, Senin sore mengemukakan hadiah itu masing-masing Rp. 5 juta berupa Tabanas dan Rp. 5 juta lainnya adalah uang yang disediakan panitia untuk dibelikan peralatan pertanian atau ternak.

Jenis intensifikasi yang diperlombakan meliputi intensifikasi khusus (Insus) Pola Tanam, Supra Insus, Tebu Rakyat Intenasifikasi (TRI) dan Tingkat karya bimbingan intensifikasi.

Untuk Insus Pola Tanam dimenangkan Kelompok tani “Suko Karyo” asal kabupaten Tulungagung Jatim, pemenang kedua Kelompok tani “Tegal Jadi” asal Tabanan Bali, ketiga Kelompok tani “Rowo Timur” kabupaten Pati Jateng, sedangkan kelompok tani “Tampunik” dan “Harapan Jaya” masing-masing asal Sumbar dan Sumsel menjadi juara harapan pertama dan kedua.

Untuk Supra Insus, juara pertama Unit Himpunan Supra Insus (UHSI) X, kabupaten Subang, juara kedua UHSI XI Indramayu, ketiga UHSI XII Indramayu dan juara harapan I dan II dimenangkan UHSI VIII dan I masing­masing dari kabupaten Subang dan Tangerang.

Lomba Supra Insus ini baru diadakan di Jawa Barat, karena tahun ini pelaksanaannya hanya di propinsi tersebut. Untuk tahun 1987/88 akan diperluas ke Jateng, Jatim, NTB, Sulsel, Jogya dan Lampung dengan keseluruhannya akan mencapai 16 UHSI.

Pemenang pertama lomba TRI diraih kelopok tani “Karya Tani” dari kabupaten Jombang Jatim, juara kedua kelompok tani “Kralas” dari kabupaten Bantul D.I. Yogyakarta dan juara ketiga dimenangkan kelompok tani “Jati Mulya” asal kabupaten Jombang, Jatim.

Pemenang harapan satu dan dua diraih kelompok tani “Wonotani” dan “Ngudi Mulyo” masing-masing berasal dari kabupaten Kediri dan Karanganyar.

Lomba Tingkat Karya Bimbingan Intensifikasi 1986/87 dimenangkan Satuan Pembina Bimas Propinsi Jawa Barat dengan hadiah berupa piala tetap dan piala bergilir.

10 Jurus Penilaian

Abd uladjid dalam penjelasannya tentang materi apa saja yang menjadi penilaian dewan juri terhadap keberhasilan suatu kelompok tani menjadi juara, mengemukakan “itu semuanya ada dalam ketentuan 10 jurus penilaian.”

Kesepuluh jurus penilaian itu diantaranya tentang bagaimana kemampuan kelompok tani tersebut, bagaimana tingkat penerapan panca usaha taninya, berapa besar produktifitas hamparan, bagaimana penerapan teknologi paska panen, bagaimanan pemanfaatan lahan dan waktu, serta dinilai pula kemampuan pengembalian pinjaman dan kelengkapan adimistrasinya.

Perlombaan ini merupakan suatu sarana motivasi yang effektif dan diharapkan mampu pula meningkatkan gairah-gairah dalam meningkatkan produksi dan produktivitas serta meningkatkan kualitas kerja sama antara kelompok tani dengan para petugas pembina.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (21/12/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 870-871.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: