PRESIDEN: TKI DI SABAH YANG MENGANGGUR HARUS PULANG

PRESIDEN: TKI DI SABAH YANG MENGANGGUR HARUS PULANG

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengatakan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang masih berada di Sabah, Malaysia namun masih menganggur akan dikembalikan ke tanah air, sedangkan yang akan berangkat kesana harus mendapat persetujuan kedua pemerintah.

Masalah pengembalian TKI itu dikemukakan Presiden Soeharto kepada Ketua Dewan Menteri Sabah, Datuk Sri Yoseph Pairin Kitingan di Bina Graha, Kamis.

“Bapak Presiden telah menyetujui bahwa mereka ini harus dikembalikan, karena mereka adalah warga negara Indonesia,” kata Datuk Kitingan kepada para wartawan. Presiden dalam pertemuan ini didampingi Menaker Cosmas Batubara.

Datuk Kitingan mengatakan sekarang terdapat antara 120.000- 150.000 TKI di Sabah, Malaysia Timur. Namun dari jumlah itu, baru sekitar 61.000 orang yang sudah diputihkan. TKI yang sudah diputihkan itu bisa kembali ke Indonesia untuk mendapatkan paspor dan kemudian kembali lagi ke negara bagian Malaysia itu.

Selain 150.000 orang Indonesia yang sudah terdaftar itu, juga terdapat sejumlah TKI lainnya yang belum terdaftar. Kelompok inilah yang akan dikembalikan ke Indonesia jika masih tetap belum memiliki pekerjaan.

Kitingan mengatakan pihaknya tidak mengetahui jumlah tenaga kerja Indonesia yang belum terdaftar itu, karena datangnya pun secara gelap.

 

Berlebih

Ketika ditanya wartawan tentang jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan Sabah, Kitingan mengatakan bahwa di Sabah sebenarnya terdapat kelebihan pekerja, karena selain dari Indonesia banyak juga yang berasal dari negara-negara tetangga seperti Filipina.

Dalam pertemuan sekitar satu jam itu sehingga melebihi waktu sekitar ½ jam yang disediakan , Presiden Soeharto dan Kitingan sepakat bahwa di masa mendatang TKI yang berangkat ke Sabah harus mendapatkan persetujuan dari kedua pemerintah.

Ia mengatakan keberangkatan secara resmi itu akan menguntungkan semua pihak, khususnya para TKI itu sendiri dan calon majikan mereka.

Sementara itu Menaker Cosmas mengatakan dalam pertemuan itu Presiden menekankan para TKI harus mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di Sabah. “Mereka harus tunduk kepada peraturan dimana mereka berada,” kata Cosmas Cosmas Batubara kepada wartawan ketika mengutip ucapan Presiden.

Dalam pertemuan ini, juga disepakati bahwa Indonesia dan Sabah akan bekerja sama mengatasi kampanye yang menentang penggunaan kayu tropis, yang dianggap akan mengakibatkan habisnya hutan tropis.

Kitingan mengatakan kampanye anti kayu tropis di beberapa negara Eropa terutama karena mereka tidak mengetahui situasi di kedua negara.

Ketika menerima undangan untuk mengunjungi Sabah, Presiden Soeharto mengatakan menerima baik undangan itu. Namun waktu lawatan itu masih harus ditentukan lebih lanjut.

 

 

Sumber : ANTARA (29/06/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal.434-436.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.