PRESIDEN TETAP HARAPKAN PENGABDIAN TOKOH PERTANIAN SENIOR

PRESIDEN TETAP HARAPKAN PENGABDIAN TOKOH PERTANIAN SENIOR

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengharapkan para cendikiawan bidang pertanian yang telah pensiun, baik dari lingkungan swasta maupun pemerintah, dapat tetap memberikan sumbangan pemikiran bagi peningkatan kemajuan pertanian di tanah air.

Dalam petunjuknya ketika menerima para alumni Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Bogor di Bina Graha, Jakarta, Selasa, Kepala Negara mengingatkan bahwa pertanian di Indonesia dewasa ini mengalami kemajuan pesat sekali, ditandai dengan tercapainya swasembada beras.

“Swasembada beras yang sudah kita capai itu harus dapat dipertahankan. Untuk itu, para alumni SPMA Bogor yang telah pensiun, hendak nya tetap dapat memberikan saran-saran,” katanya sebagaimana dikutip Prof Dr. Ir. H.Toyib Hadiwijaya, juru bicara alumni SPMA Bogor, kepada wartawan selesai diterima Presiden.

Menurut Toyib yang pernah menjabat menteri pertanian, Kepala Negara dalam pertemuan tersebut juga mengingatkan perlunya penggalakan diversifikasi pangan.

Presiden mengatakan, penyuluhan tentang diversifikasi itu hendaknya tidak terbatas hanya pada diversifikasi bahan pangan dari beras, melainkan juga harus mencakup bahan pangan lain yang disesuaikan dengan selera masyarakat.

Pertanian secara menyeluruh sebagai penghasil devisa harus senantiasa ditingkatkan lagi sehingga dapat mengimbangi hasil produk si nonmigas, sambungnya.

Para alumni SPMA Bogor itu menemui Presiden untuk bersilaturahmi sehubungan dengan peringatan 85 tahun berdirinya sekolah mereka. Selain Toyib Hadiwijaya, mantan pejabat dan tokoh cendikiawan yang termasuk alumni SPMA Bogor,juga hadir dalam silaturahmi itu antara lain Prof. Dr. Ir. H. Tb. Bachtiar Rivai dan Prof. Dr. Ir. H. Andi Hakim Nasution.

Sebelum menerima mereka, Kepala Negara di tempat yang sama, juga menerima delegasi Dewan Tertinggi Republik Rakyat Demokrasi Korea berjumlah tiga orang yang dipimpin Yang Hyong Sop.

 

 

Sumber : ANTARA (20/12/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 686-687.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.