Mar 212018
 

PRESIDEN TERIMA PM THAILAND

 

 

Jakarta,Antara

Presiden Soeharto hari Jumat sore di Istana Merdeka Jakarta, menerima Perdana Menteri Thailand Anand Panyarachun yang tiba di Jakarta pada siang harinya untuk mengadakan kunjungan resmi dua hari di Indonesia. Di tangga Istana Merdeka Presiden Soeharto didampingi Wakil Presiden Sudharmono,SH menyambut tamunya yang didampingi Menteri Luar Negeri Thailand Arfa Sarasin.

Kepala Negara mengajak tamunya ke mimbar kehormatan untuk menerima penghormatan dari pasukan yang berada di halaman Istana Merdeka. Presiden Soeharto kemudian mengajak tamunya ke Istana Merdeka untuk beramah tamah.

Pada Jumat malam Anand akan mengadakan kunjungan kehormatan kepada Wakil Presiden Sudharmono, SH dan selanjutnya menghadiri jamuan malam yang diselenggarakan Kepala Negara di Istana Negara.

Pada hari Sabtu pagi Anand akan mengunjungi TMP Kalibata dan kemudian mengadakan pembicaraan dengan Presiden Soeharto di Istana Merdeka. Sabtu siang ia akan kembali ke tanah airnya.

 

PM Yang Baru

Pada 23 Februari 1991 Angkatan Bersenjata Thailand melakukan kudeta tak berdarah terhadap PM Chatichai Chonhavan. Kemudian AB Thailand pada 2 Maret 1991 menunjuk Anand sebagai Perdana Menteri sementara dan pada 6 Maret 1991 ia mengumumkan pembentukan kabinet baru yang didominasi oleh tokoh-tokoh sipil.

Anand pernah menjadi Duta Besar Thailand untuk Amerika Serikat dan Sekretaris Tetap Departemen Luar Negeri. Ia juga pernah memimpin perusahaan tekstil serta mengetuai Federasi Industri Thailand. Pada acara penyambutan di Istana Merdeka, nampak ketua DPRI MPR Kharis Suhud, Ketua Mahkamah Agung Ali Said dan beberapa Menteri Kabinet Pembangunan V Kunjungan Perdana Menteri ini dilakukan karena di ASEAN terdapat kelajiman bahwa seorang kepala negara atau kepala pemerintahan yang baru selalu mengadakan kunjungan perkenalan kepada negara-negara ASEAN lainnya. (SA)

 

 

Sumber : ANTARA(24/05/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 45-46.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: