Jan 312017
 
HM Soeharto dalam berita

PRESIDEN TERIMA PERNYATAAN POLITIK PDI [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menerima baik dan akan memperhatikan isi pernyataan politik Partai Demokrasi Indonesia mengenai pelaksanaan Pemilu 1977, serta menjanjikan saran2 dalam pernyataan politik itu sebagai bahan penyempurnaan Pemilu yang akan datang.

Hal itu diungkapkan oleh Sabam Sirait, juru bicara delegasi DPP PDI, atas pertanyaan wartawan setelah ia dan empat orang pimpinan pusat PDI menyampaikan pernyataan politik tersebut kepada Presiden Soeharto di Istana Merdeka Sabtu siang.

Sabam Sirait menjelaskan pernyataan politik yang dikeluarkan pada tanggal 3 Juni 1977 itu sebenarnya akan disampaikan kepada Kepala Negara sebelum penghitungan kursi anggota DPR pada tanggal 8 Juni yang lalu.

Pernyataan politik itu antara lain mengemukakan kekurangan2 dalam pelaksanaan Pemilu yang baru lalu dan minta Pemerintah untuk selekas mungkin mengambil tindakan hukum terhadap pelanggaran Pemilu.

Presiden Soeharto sendiri dalam pidatonya melalui TVRI/RRI pada tanggal 2 Juni telah menegaskan bahwa Pemerintah akan mengambil tindakan yang se-adil2nya terhadap orang2 yang memang terbukti bersalah dalam pelaksanaan Pemilu yang baru lalu

Kepala Negara pada kesempatan itu juga minta agar seluruh rakyat kembali rukun-bersatu, karena pada dasarnya Partai Persatuan Pembangunan, Golongan Karya dan Partai Demokrasi Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia.

Sabam Sirait menerangkan pernyataan politik yang ditanda-tangani oleh seluruh anggota DPP PDI (29 orang itu) didasarkan pada keinginan PDI untuk menegakkan Pancasila, UUD 45 dan perundang-undangan lainnya yang berlaku.

Peristiwa Irja

Sabam Sirait membantah tuduhan yang menyatakan se-olah2 PDI telah bekerjasama dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM), untuk mengobarkan pemberontakan di Irian Jaya.

Dikatakannya, apa yang terjadi di Irian Jaya hanyalah perang suku, suatu hal yang sampai sekarang ini masih terus diusahakan peniadaannya oleh Pemerintah.

Ketika ditanya apakah PDI mengadakan tawar-menawar mengenai kedudukan dalam kabinet mendatang, ia hanya menjawab:

“Kami tidak membicarakan masalah itu dengan Presiden”.

Ia juga menyatakan bahwa tidak ada calon2 PDI yang telah terpilih yang akan mengundurkan diri.

Diantara anggota delegasi PDI yang menghadap Presiden tersebut adalah Ketua PDI Prof Usep Ranuwidjaja. (DTS)

Sumber : ANTARA (12/06/1977)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 335-336.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: