Apr 142017
 

PRESIDEN TERIMA PENGURUS PARIPURNA ANGKATAN 45

Presiden Soeharto di Bina Graha, Jumat menerima laporan pengurus paripurna Angkatan Empat Lima yang telah selesai mengadakan sidangnya pertama di Jakarta baru2 ini.

Ketua Umum Dewan Harian Nasional Angkatan 45, Surono melaporkan sidang paripurna yang diadakan itu selain untuk mematuhi anggaran dasar dan rumah tangga juga untuk memadukan pendapat dan pengertian tentang keputusan2 musyawarah besar Angkatan 45.

Pertemuan Presiden dengan pengurus paripurna Angkatan 45 itu dihadiri pula oleh Wakil Presiden Adam Malik.

Pengurus Paripurna Angkatan 45 itu terdiri dari 17 orang pada Dewan Harlan Nasional, delapan orang pada Dewan Penasehat dan 45 orang pada Dewan Paripurna Hasil sidang Angkatan 45 itu antara lain menyetujui rencana program kerja 1980-84, menyetujui pelaksanaan peringatan empat windu hari bersejarah 19 Desember 1948, menyetujui peninjauan kembali Kepres 63 tahun 1905 sebagai dasar hukum I organisasi Angkatan 45.

Ramah Tamah

Selesai Ketua Umum, DHN Angkatan 45 memberikan laporannya, Presiden dan Wakil Presiden Adam Malik kemudian beramah tamah dengan Pengurus Paripurna Angkatan 45 itu.

Presiden tampak terlibat dalam pembicaraan dengan bekas Walikota Yogyakarta, Purwokusumo SH yang dulu teman seperjuangan Presiden Soeharto. Juga Presiden berbincang-bincang Frans Seda dan dua lainnya dari anggota pengurus lainnya dari kelompok generasi yakni Drs. Suryadi dan Julianti.

Dalam ramah-tamah itu Presiden menceriterakan kembali kisah perjuangan di Yogyakarta yang dikenal sebagai serangan umum satu Maret, di mana saat itu pasukan2 gerilya menggunakan sandi janur kuning sebagai tanda sesama anggota gerilya

Acara ramah tamah itu berlangsung lebih kurang 30 menit dengan suasana santai sambil penuh tawa mengingatkan perjuangan masa lalu yang penuh suka duka. (DTS).

Jakarta, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (22/10/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 991-992.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: