Feb 142018
 

PRESIDEN TERIMA PENGHARGAAN DARI DEWAN OLIMPIK ASIA

 

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Presiden Soeharto di lstana Merdeka Jakarta Sabtu lalu menerima tanda penghargaan dari Dewan Olimpik Asia (Olympic Council of Asia) atas jasa dan pengabdiannya dalam memajukan olahraga. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden OCA Sheik Fahad AI Ahmad Al Sabah dalam suatu acara sederhana yang disaksikan Menpora Akbar Tanjung, pimpinan KONI serta pengurus OCA lainya.

Presiden Soeharto dalam sambutan singkatnya ketika menerima tanda penghargaan ini pada hakekatnya juga diberikan kepada seluruh rakyat Indonesia. Dan bagi Indonesia pengembangan olahraga yang bisa dilaksanakan bersama-sama oleh masyarakat memperoleh prioritas, misalnya senam pagi dan cabang-cabang olahraga lainnya yang seusai dengan selera masyarakat.

Kepala Negara juga mengatakan bahwa olahraga bisa memegang peranan penting bagi usaha pembinaan hidup berdampingan secara damai di antara bangsa-bangsa di dunia.

Wakil Ketua OCA Bob Hasan yang hadir dalam acara itu atas pertanyaan pers mengatakan bahwa pemberian penghargaan kepada Presiden Soeharto ini mempunyai arti sangat penting bagi Indonesia karena diberikan oleh masyarakat olahraga dan pemuda Asia.

“Jadi yang mendapat penghargaan ini juga rakyat Indonesia karena Pak Harto telah memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,”ujarnya.

Penghargaan yang diberikan OCA kepada Kepala Negara ini merupakan yang pertama kalinya diberikan kepada seseorang yang di nilai berjasa dalam mengembangkan kegiatan olahraga.

Presiden OCA Sheikh Fahad AI Ahmad atas pertanyaan pers situasi acara penyerahan tanda penghargaan itu mengatakan bahwa prestasi olahragawan di Asia masih bersifat amatir, dalam arti olahraga untuk kesehatan. Ini menurutnya berbeda dengan di negara-negara maju di mana olahragawannya bersifat profesional.

Ditanya tentang penggunaan obat perangsang oleh sementara atlit untuk mencapai prestasi tinggi yang bertentangan dengan ketentuan keolahragaan. Presiden OCA itu mengatakan rasa syukurnya karena olahragawan di Asia selama ini belum ada yang menggunakann ya. Kendatipun demikian, OCA akan senantiasa melakukan pengawasan agar hal itu tidak sampai terjadi.

Ditambahkannya bahwa masalah ini merupakan hal yang penting dan selalu diperhatikan oleh Dewan yang dipimpinnya.

 

 

Sumber : ANGKATAN BERSENJATA (15/05/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 689-690.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: