Agu 302017
 

PRESIDEN TEKANKAN LAGI PENGHEMATAN KETAT

 

 

Presiden Soeharto dalam sidang kabinet paripurna hari Selasa menekankan lagi pentingnya efisiensi, penghematan dan pengawasan ketat penggunaan anggaran negara, sehubungan masih akan beratnya keadaan tahun depan.

“Keadaan yang dihadapi cukup berat, namun tidak perlu berkecil hati, karena semua itu merupakan bagian perjalanan pembangunan nasional yang sejak semula disadari akan penuh tantangan dan ujian”, kata Presiden sebagaimana diungkapkan Menteri Penerangan Harmoko kepada wartawan sesuai sidang.

Dalam sidang paripurna yang berlangsung 3,5 jam itu Presiden memberi petunjuk agar dalam menyusun RAPBN yang harus difikirkan adalah tercapainya sasaran keseluruhan.

Di bidang pengeluaran, Presiden menekankan bahwa dalam keadaan yang penuh keprihatinan dewasa ini sikap hemat dan prihatin harus ditunjukkan oleh semua pejabat dan segenap aparatur pemerintahan, sehingga dapat menjadi teladan baik bagi masyarakat luas.

Presiden menunjuk contoh, pembelian barang supaya diutamakan pada barang produksi dalam negeri dan diutamakan pula dari pengusaha golongan ekonomi lemah.

Biaya perjalanan dan belanja barang supaya dibatasi pada hal-hal yang sangat mendesak dan sekali-kali tidak bergaya mewah dan berlebih-lebihan.

“Perjalanan dinas di dalam maupun ke luar negeri hendaknya dan hanya dilakukan untuk keperluan yang benar-benar bermanfaat. Jumlah rombongan pun harus sangat dibatasi”, tegas Presiden.

Rapat-rapat dinas, seminar dan sejenisnya supaya dibatasi pada hal-hal yang sangat perlu saja.

Demikian pula upacara-upacara peresmian proyek atau lainnya harus sangat dibatasi. “Bila memang perlu ada, upacaranya supaya sederhana”, tambahnya.

Gedung kantor yang belum dimulai pembangunannya, oleh Presiden diperintahkan agar ditunda pelaksanaannya.

Sedang dana-dana Inpres harus benar-benar sampai ke daerah tanpa berkurang jumlah uangnya dan digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam sidang yang dihadiri Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah dan para ketua lembaga tinggi negara itu Presiden juga memberi petunjuk agar perhatian perlu lebih dipusatkan pada usaha peningkatan ekspor komoditi non-migas dan pariwisata.

Ia juga memberi petunjuk agar semua hambatan yang masih ada harus segera diatasi, pungutan-pungutan harus dihapuskan dan penyederhanaan prosedur serta perizinan perlu dilanjutkan.

Dalam kesempatan itu Presiden juga menekankan kembali perlunya peningkatan pengawasan, agar diperoleh manfaat sebesar-besarnya dari anggaran tahun 1987/88.

“Pengawasan ini lebih-lebih perlu ditingkatkan di bidang-bidang proyek pembangunan dan bidang yang langsung berhubungan dengan masyarakat seperti pemberian izin usaha, pertanahan, tender dan sebagainya”, ujar Harmoko mengutip petunjuk Presiden. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (30/12/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 328-329.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: