PRESIDEN: TANGGUNG JAWAB UNTUK HINDARI KERJA ASAL JADI

PRESIDEN: TANGGUNG JAWAB UNTUK HINDARI KERJA ASAL JADI[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta jajaran Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri) meningkatkan rasa tanggungjawab profesional mereka untuk menghindari pekerjaan yang asal jadi.

“Tanggungjawab profesional menghindari pekerjaan asal jadi. Dengan kata lain, menghindari pemborosan,” kata Kepala Negara di Istana Negara, Rabu, ketika membuka Munas Korpri ke-4 yang diikuti 650 peserta.

Kepala Negara, yang didampingi Mendagri Yogie SM, mengatakan pula bahwa tanggungjawab juga berkaitan erat dengan pelaksanaan tugas ditinjau dari segi norma moral yang dianut.

“Ada kalanya, ada hal-hal yang secara teknis dapat dilaksanakan dan secara hukurn boleh dilakukan, tapi secara moral tidak sepatutnya dikerjakan,” kata Presiden pada acara yang dihadiri pula mantan Mendagri Amir machmud dan dua mantan Sekjen Depdagri yaitu Dharyono dan Suprapto.

Kepada para pejabat yang datang dari seluruh Tanah Air, Presiden menyebutkan tanggungjawab yuridis yang dipikul para pegawai negeri bukan hanya menyangkut ketelitian dalam mencari dasar hukum pelaksanaan tugas-tugasnya, tapi juga kesediaan dan kesadaran untuk memikul kbnsekuensi hukum dari pelanggaran yang dilakukannya.

Bukan Hanya Manajemen

Pada acara yang dihadiri pula Gubernur BI Soedradjad Djiwandono, Menhut Djamaloedin Soerjohadikoesoemo, Kepala Negara mengatakan proses perencanan, pengorganisasian, serta pelaksanaan dan pengendalian pembangunan nasional bukanlah sekadar masalah manajemen pemerintahan.

“Penyelenggaraan pembangunan nasional kita mempunyai makna ideologis, sebagai pelaksanaan cita-cita kenegaraan yang terkandung dalam Pancasila. Pembangunan nasional kita mempunyai makna konstitusional, “kata Kepala Negara menegaskan.

Karena itu, kata Presiden, setiap langkah dan setiap pembangunan terkait erat dengan dukungan rakyat yang memang memiliki kedaulatan. Dicontohkan, setiap APBN harus disetujui terlebih dahulu oleh DPR.

“Hal itu adalah wajar karena biaya pembangunan berasal dari pajak, retribusi, dan berbagai wujud dukungan dana lainnya yang dibayar rakyat,”kata Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan para pegawai negeri untuk terus menunjang posisi pemerintah dalam berbagai masalah internasional seperti bagi masalah pembentukan organisasi “World Trade Organization/WTO “. Seusai membuka Munas ini, Kepala Negara beramah tamah dengan para pengurus Korpri dari seluruh Tanah Air. (T!EU02/DN08/13/04/9414:46/RB2)

Sumber:ANTARA (13/04/1994)

_______________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 36-37.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.