Mar 202017
 

PRESIDEN TAK SETUJU DI HUTAN PRIMAIR ENAM: LOKASI TRANSMIGRASI DIBATALKAN

Presiden Soeharto minta dibatalkan enam lokasi transmigrasi, karena lokasi itu merupakan hutan primair (hutan potensial berproduksi). Keenam lokasi itu adalah Solok (Sumatera Barat), Rengat (Riau), Ketaun (Bengkulu), Pematang Panggang (Sumatera Selatan), Batulicin (Kalimantan Selatan) dan Tenggarong (Kalimantan Timur), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Harun Zain mengatakan hari ini di Bina Graha.

Pembatalan itu dilakukan karena selain belum tentu hutan primair itu subur untuk pertanian, juga semakin menipisnya persediaan kayu ekspor.

Dia mengatakan, keenam lokasi itu semula diprogramkan untuk lokasi transmigrasi tahun 1980/1981. Kepadanya, Presiden menyatakan tidak setuju dan minta untuk dicarikan hutan-hutan non primair dan non potensial lainnya untuk lokasi transmigrasi itu. Menurut Menteri, pihaknya sudah memperoleh ganti bagi lokasi yang dibatalkan itu, tetapi dia tidak menyebut dimana lokasi baru itu.

Dikatakannya, jumlah SKP (satuan kawasan pemukiman) untuk tahun1980/1981 berjumlah 41 buah. Setiap SKP dapat ditempati 2000 kepala keluarga dengan masing­ masing KK mendapat 2 hektar tanah.

Harun Zain mengatakan, penentuan lokasi transmigrasi sering menemui kesulitan, karena jika dilihat dalam peta tanahnya datar, tetapi setibanya di tempat ternyata banyak jurang-jurangnya.

Dia mengatakan transmigrasi pertanian memerlukan lahan yang mempunyai kemiringan di bawah 8 persen, demi kemudahan irigasi. Tetapi bagi lahan berbukit, yang mempunyai kemiringan di atas 8 persen, kesuburannya tergantung kepada tadah hujan.

Kesulitan lain, kata Menteri, ialah jika menggunakan alat-alat besar dalam lokasi baru, memungkinkan pula tanah-tanah itu menjadi rusak. Oleh karena itu sedang difikirkan untukmenggunakan tenaga manusia guna membukahutan non primair.

Jadwal Baru

Kepada Presiden Soeharto, Menteri Transmigrasi yang didampingi Menteri Muda Martono dan Dirjen Transmigrasi Kadarusno melaporkan jadwal dan pedoman baru pelaksanaan transmigrasi.

Menurut Menteri, Presiden minta kepada Direktorat Transmigrasi agar jadwal dan pedoman baru dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

"Pelaksanaan yang terbaik mengembangkan transmigrasi adalah bekerja sama dengan antar Menteri dan antar Dirjen," kata Menteri.

Harun Zain mengatakan, jurnlah transmigran yang sudah dikirirnkan tahun ini 11.100 KK sampai tanggal 2 Nopember. Jumlah tersebut menjadi 13.000 pada akhir tahun nanti. (DTS)

Jakarta, Merdeka

Sumber: MERDEKA (06/11/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 192-193.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: