PRESIDEN SOEHARTO TINJAU DESA TRANSMIGRASI DI SULAWESI TENGGARA

PRESIDEN SOEHARTO TINJAU DESA TRANSMIGRASI DI SULAWESI TENGGARA

 

 

Kendari, Antara

Presiden Soeharto Minggu siang meninjau langsung dua desa transmigrasi di Kabupaten Kendari Sulawesi Tenggara pada akhir kunjungan kerjanya selama dua hari di propinsi itu sejak Sabtu.

Sekitar 20 menit Kepala Negara berada di kedua desa itu, Desa Jati Bali dan Sindang Kasih, setelah sebelumnya meninjau proyek pembudidayaan dan pengolahan udang di Desa Watubangga Kabupaten Kolaka (sekitar 264 km barat kota Kendari) dan melakukan pemetikan coklat pada perkebunan coklat rakyat di Desa Tosiba di kabupaten yang sama (sekitar 110 km barat Kendari).

Turun dari helikopter yang membawanya dari Watubangga dan Tosiba, Kepala Negara beserta rombongan kemudian berkeliling menyusuri jalan-jalan dikedua desa itu dengan menumpang kendaraan bis untuk melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat setempat.

Desa Jati Bali yang terletak di Kecamatan Ranomeeto (sekitar 30 km sebelah selatan Kendari) adalah desa transmigrasi terbaik di Sultra, bahkan meraih gelar desa terbaik dalam lomba desa tingkat propinsi tahun 1988. Desa ini dibuka oleh para transmigran asal Bali tahun 1979.

Ketika ditinjau Kepala Negara, desa tersebut memang terlihat tertata rapih dikelilingi jalan desa yang lebarnya rata-rata antara empat sampai lima meter. Sebagian besar rumah penduduk di Desa Jati Bali dan Sindang Kasih terlihat sederhana namun jelas menunjukkan tingkat kemakmuran cukup di kalangan penghuninya.

Rata-rata halaman rumah di kedua desa tersebut penuh ditanarni berbagai jenis tanaman keras, sementara area persawahan di sekitarnya nampak sedang menghijau subur.

Kedatangan Presiden Soeharto di kedua desa itu disambut gembira oleh masyarakat setempat yang menantinya di sekeliling lapangan tempat pendaratan helikopter di depan Balai Desa Jati Bali.

Begitu Kepala Negara menginjakkan kakinya di tanah dari tangga heli, tepuk tangan penduduk spontan menyambutnya dan dibalas oleh Presiden dengan melambai­lambaikan tangan kanannya kearah mereka.

Bukan itu saja, sebelum naik bis untuk berkeliling desa, Presiden juga menyalami sejumlah tokoh masyarakat setempat yang berdiri berjejer agak jauh dari bis. “Siapa lagi yang belum salaman” tanya Presiden sambil tersenyum ramah seraya memandang ke arah orang-orang yang berdiri mengelilinginya.

Keramahan Kepala Negara itu nampaknya di luar dugaan orang-orang tersebut sehingga setelah rombongan Presiden bergerak keliling desa ada diantara mereka bergumam “saya tidak pernah mimpi bisa menyalami bapak Presiden.”

Ikut mendampingi Kepala Negara dalam peninjauan itu antara lain Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, Menteri Transmigrasi Sugiarto, Menteri Pekerjaan Umum Radinal Moochtar, Pangab Jenderal TNI Try Sutrisno, Gubernur Sultra Ir. Haji Alala dan putri Presiden Ny. Siti Hardiyanti Rukmana.

Selesai peninjauan, Presiden dan rombongan langsung menuju Bandara Wolter Monginsidi untuk kembali ke Jakarta menumpang pesawat khusus Pelita Air Service.

 

 

Sumber : ANTARA (28/08/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 650-651.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.