PRESIDEN SOEHARTO TIBA DI BANGKOK HARI INI

PRESIDEN SOEHARTO TIBA DI BANGKOK HARI INI[1]

 

Bangkok, Kompas

Presiden Soeharto akan tiba Kamis (29/2) siang ini di Bangkok untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Eropa yang berlangsung 1-2 Maret 1996. Presiden yang menggunakan pesawat khusus itu akan mendarat di Pelabuhan Udara Angkatan Udara Thailand pukul 14.00 WIB.

Begitu tiba, Presiden Soeharto akan mendapat pengawalan khusus dari pihak keamanan Thailand. Langkah ini berkaitan dengan dilangsungkannya Konferensi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Asia-Eropa 27-29 Februari 1995 di Bangkok, Thailand. Perlindungan khusus juga diberikan kepada pemimpin Inggris, Perancis, Jepang, dan Cina.

Disorotnya masalah hak asasi manusia di Timor Timur, konflik antara Inggris dengan Pembebasan Irlandia Utara (IRA), serta uji coba senjata nuklir yang dilakukan oleh Perancis dan Cina, dalam konferensi LSM yang berakhir sehari sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Eropa (ASEM) dimulai, menjadikan Pemerintah Thailand tidak mempunyai pilihan lain kecuali memberikan perlindungan khusus tersebut.

Sumber Kompas di KBRI Bangkok hari Rabu (28/2) mengungkapkan bahwa pemberian perlindungan khusus kepada Presiden Soeharto itu adalah keputusan Pemerintah Thailand sendiri dan bukan atas permintaan Indonesia.

“Thailand tampaknya tidak ingin konferensi LSM itu memancing terjadinya aksi unjuk rasa, yang bukan tidak mungkin akan membahayakan keselamatan tamunya” ujar sumber itu.

Konferensi LSM yang dihadiri lebih dari 100 LSM dari Asia dan Eropa itu juga dihadiri oleh tokoh anti-Indonesia Carmel Budiardjo dari TAPOL, salah satu organisasi hak asasi manusia.

 

Semakin Ketat

Sementara itu, ketatnya pengamanan mulai terasa di penjuru Bangkok. Hotel-hotel besar, juga setiap sudut jalan, praktis dipenuhi pula oleh kelompok -kelompok petugas keamanan yang bersenjata lengkap. Sebagai langkah pencegahan, jalan-jalan protokol di sekitar tempat pertemuan para pemimpin, Queen Sirkit National Convention Center (QSNCC), mulai hari Kamis (29/2) ini ditutup untuk kendaraan. Selain itu, tanggal 1-2 Maret diberlakukan sebagai hari libur nasional.

Sekitar 5.000 personel dikerahkan untuk mengamankan acara penting ini, termasuk sebuah gugus tugas anti teroris yang baru saja dibentuk untuk mencegah gangguan keamanan termasuk demonstrasi terhadap para pemimpin. Penjagaan keamanan ekstra ketat juga diterapkan di Bandara Don Muang, tempat kedatangan para pemimpin, Menlu dan delegasi seluruh 25 negara Asia dan Eropa. Di sekitar gedung kedatangan VIP, digelar puluhan petugas keamanan berpakaian resmi maupun sipil yang mencegah setiap kendaraan maupun orang untuk : mendekati gedung VIP.

Ketika Kompas berupaya meliput kedatangan PM Portugal Antonio Guterres hari Rabu (27/2) siang, para petugs “membersihkan” wilayah itu dalam radius sekitar 100 meter di sekitar gedung VIP itu. Jangankan kendaraan, pejalan kaki pun dilarang mendekat ke Gedung VIP, membuat semua kegiatan terhenti selama proses kedatangan PM Guterres.

Situasi itu tidak memungkinkan bagi puluhan wartawan yang  menunggu komentar PM Giterres mengenai kemungkinan dibahasnya masalah Timtim dalam pertemuan antar pemimpin. Seperti diberitakan secara luas, PM Guterres sebelum menuju Bangkok menegaskan bahwa ia akan meminta dibahasnya masalah Timtim ini dalam KTT-ASEM.

Kesibukan QSNCG juga sudah mulai terasa, terutama di ruang kerja wartawan yang luasnya sekitar 50×25 meter persegi itu. Ratusan wartawan media elektronik maupun cetak, mulai memenuhi ruangan kerja yang berfasilitas lengkap itu. Diperkirakan sekitar 2.000-3.000 wartawan akan meliput pertemuan perdana tahunan ASEM ini, yang menurut rencana tahun depan akan diselenggarakan di London (Inggris).

Hari Rabu (28/2) kemarin baru PM Guterres saja yang sudah hadir di Bangkok. Para pemimpin Asia dan  Eropa lainnya,termasuk Presiden Soeharto, dijadwalkan tiba hari ini.

Benua Asia dalam pertemuan ASEM ini diwakili oleh tujuh pemimpin ASEAN serta tiga Negara Asia Timur (Jepang, Korsel dan Cina). Mereka adalah tuan rumah PM Thailand Banham Silpa-Archa, Presiden Soeharto, PM Malaysia Mahathir Mohamad, PM Singapura Goh Chok Tong, Presiden Filipina Fidel Ramos, Sultan Brunei Hasanal Bolkiah, PM Vietnam Vo Van Kiet, PM Jepang  Ryutaro Hashimoto, Presiden Korsel Kim Young-sam, dan PM Cina Li Peng.

Sementara 15 pemimpin Eropa yang hadir adalah Kanselir Austria Franz Vranitsky, PM Belgia Jean-Luc Dehaene,  Menlu Denmark Niels Petersen, PM Finlandia Paavo Lipponen, Presiden Perancis Jacques Chirac, Kanselir Jerman Helmut Kohl, Mendagri Yunani Apostolos Tsochatzopulos, PM Irlandia John Bruto, PM Italia Lamberto Dini, PM Luksemburg Jean-Claude Juncker, PM Belanda Wim Kok, PM Portugal Antonio Guterres, Menlu Spanyol Carlos Westendorp, Menlu Swedia Lena Hjelm-Wallen, dan PM Inggris John Major.

 

Sumber : KOMPAS (29/02/1996)

____________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Pertama, 2008, hal 167-169.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.