Feb 062017
 
HM Soeharto dalam berita

PRESIDEN SOEHARTO SETUJUI TRANSMIGRASI SISIPAN MULAI TAHUN INI [1]

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menyetujui dilaksanakan transmigrasi sisipan mulai tahun ini, demikian dikatakan Menteri Tenaga kerja Transmigrasi dan Koperasi (Nakertranskop) Prof. Dr. Subroto kepada “Antara” di atas pesawat Garuda dalam perjalanan pulang dari Sulteng ke Jakarta Sabtu petang.

Menurut Menteri Subroto, untuk sementara daerah2 yang sanggup menerima transmigran sisipan itu yakni Bengkulu, Sumsel dan Sulteng.

Transmigran sisipan masih tetap ber-intikan kaum petani dan akan disebarkan di dalam pemukiman2 transmigrasi yang sudah jadi.

Ia menjelaskan, dengan adanya proyek ini tentu tugas Departemen Nakertranskop akan lebih berat lagi, mengingat sudah tentu akan timbul problem2 baru, terutama yang menyangkut transmigran lama di daerah yang akan dijadikan tempat pemukiman transmigran sisipan itu.

Namun demikian ia menjelaskan, meskipun para transmigran sisipan ditempatkan di dalam pemukiman2 transmigran sebelumnya, tapi tidak akan mengurangi hak2 penguasaan tanah maupun fasilitas lainnya yang diperoleh para transmigran lama.

“Kepada para transmigran sisipan akan diberikan tanah dan fasilitas2 lainnya tanpa mengganggu tanah atau fasilitas yang sudah diperoleh para transmigran sebelumnya”, kata Menteri menegaskan.

Para transmigran sisipan yang pelaksanaannya harus sudah dimulai pada tahun ini juga, masuk diantara 100.000 Kepala Keluarga (KK) transmigran umum yang menurut rencana harus dipindahkan pada tiap2 tahun Pelita III.

Menteri Subroto tidak menjelaskan jumlah yang pasti transmigran sisipan yang akan dipindahkan dari Pulau Jawa ke tiga propinsi itu.

Kurang Dari 10 Persen

Tentang keberhasilan para transmigran di daerah barunya itu Menteri menilai pada umumnya berhasil, dan kalaupun ada yang gagal itu tidak lebih 10 persen dari jumlah transmigran seluruhnya.

Kegagalan seorang transmigran di daerah pemukimannya, menurut Menteri, lebih besar diakibatkan tidak adanya jiwa bertani pada diri mereka. Sementara mereka yang berhasil adalah yang pandai memanfaatkan situasi dan kemampuannya sebagai petani.

Menyinggung transmigran pensiunan, khususnya pensiunan ABRI, Menteri Subroto menjelaskan umumnya transmigrasi diutamakan kepada kaum petani, tapi kalaupun ada dari kalangan lain, termasuk para pensiunan, mereka lebih diharapkan untuk menjadi pimpinan di daerah barunya itu dibandingkan menjadi petani secara langsung.

Menteri mengemukakan penilaiannya itu berdasarkan kenyataan bahwa para pensiunan justru potensi pisiknya, terutama untuk terjun sebagai petani sudah menurun. “Mereka yang sudah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) bisa saja bertransmigrasi dan kepada mereka kita lebih condong mengharapkan kepemimpinannya di daerah transmigrasi nanti”, demikian Menteri Subroto. (DTS)

Sumber:  ANTARA (14/02/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 578-579.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: