PRESIDEN SOEHARTO: PENYELESAIAN MASALAH EKONOMI DUNIA HANYA DENGAN TATA EKONOMI BARU

PRESIDEN SOEHARTO: PENYELESAIAN MASALAH EKONOMI DUNIA HANYA DENGAN TATA EKONOMI BARU

Jakarta, Business News

Walau ada tanda-tanda pendekatan antara kekuatan-kekuatan besar dunia, namun perebutan pengaruh antara mereka masih jauh dari reda. Dunia juga menghadapi masalah-masalah ekonomi yang serba tidak menentu, yang penyelesaiannya secara tuntas hanya dapat dilakukan melalui pembangunan Tata Ekonomi Dunia Baru.

Demikian pengungkapan Presiden Soeharto saat melantik 10 duta besar baru pemerintah Indonesia untuk beberapa negara pada Selasa kemarin di Istana Negara.

Kepala Negara menandaskan, dewasa ini pelaksanaan pembangunan kita telah berada dalam tahapan yang sangat penting dalam keseluruhan strategi jangka panjang pembangunan. Tidak lama lagi kita akan melaksanakan tahun terakhir Repelita IV yang mempunyai sasaran untuk menciptakan kerangka landasan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

“Karena itu kita harus berusaha sekuat tenaga agar Repelita IV ini dapat kita rampungkan dengan sebaik-baiknya, sehingga pada tahun-tahun yang akan datang selanjutnya kita dapat memulai pelaksanaan Repelita V dalam situasi yang makin mantap. Namun, justru dalam tahap yang sangat penting ini, pembangunan kita mengalami ujian yang berat,” katanya.

Menghadapi perkembangan dunia yang serba tidak menentu, maka di satu pihak kita terus berusaha untuk meningkatkan ketahanan nasional, dan di lain pihak berusaha sekuat tenaga mengurangi sejauh mungkin unsur-unsur yang tidak menguntungkan pembangunan.Dengan terus memperkuat ketahanan nasional, termasuk ketahanan ekonomi kita,kita akan dapat menangkal pengaruh-pengaruh negatif yang datang dari luar dan dapat terus meningkatkan kemampuan kita.

Menurut Presiden, usaha kita untuk meningkatkan ekspor non-migas dan memperbesar mengalirnya arus wisatawan dari luar negeri juga mulai menunjukkan hasil-hasil yang positif Usaha ini tentu akan memberi hasil yang makin baik lagi jika terus ditunjang oleh para duta besar dan segenap jajaran kedutaan besar kita di luar negeri. Karenanya diminta para duta besar itu berperan dalam usaha yang sangat penting ini.

Para duta besar yang dilantik tersebut :

1) Sumaryo Suryokusumo untuk Yordania.

2) Drs. Darwoto untuk Selandia Baru -Fiji -Samoa Barat.

3) Wiijono Sastrohandojo untukAustralia.

4) Nana Sutrisna untuk perwakilan tetap (Dubes) PBB diNew York.

5) Aswismarmo untuk Vietnam.

6) Drs.M. Hatta untuk Siria.

7) Taufik Rachman Sudarbo untuk Maroko.

8) Wisher Loeisuntuk perwakilan tetap FBD Eropa di Jenewa.

9) Soekandari Atrnowijoto untuk Suriname.

10) Cyrus Taihitu untuk Norwegia.

Jakarta, BUSINESS NEWS

Sumber : BUSINESS NEWS (17/02/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 266-267.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.