Okt 122017
 

PRESIDEN SOEHARTO PELANTIKAN PERWIRA ABRI 87

Jakart, Antara

Presiden Soeharto di hadapan para perwira remaja mengingatkan bahwa wawasan kepeloporan ABRI, termasuk peranannya sebagai stabilisator dan dinamisator, bukanlah terletak pada kekuatan atau kekuasaan, melainkan lahir dari kewibawaan karena ABRI mampu memberi suri teladan.

Kepemimpinan ABRI yang demikian itulah yang memberikan ciri khas ABRI, kata Presiden hari Sabtu pada upacara pelantikan dan pengambilan sumpah 636 perwira remaja ABRI di halaman depan Istana Merdeka Jakarta.

Mereka yang dilantik dan diambil sumpahnya menjadi letnan dua itu terdiri atas 278 orang lulusan Akademi Militer, 92 orang lulusan Akademi Angkatan Laut, 69 lulusan Akademi Angkatan Udara dan 197 lulusan Akademi Kepolisian.

Dalam upacara yang disaksikan Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah, para menteri dan pejabat tinggi sipil dan militer itu, Presiden menyematkan tanda pangkat kepada empat lulusan terbaik masing-masing Letda Inf. Muhamad Herindra, Letda Laut (P) Harjo Susworo, Letda Lek. Toto Miarto dan Letda Pol. M. Tito Karnavian.

Keempat Iulusan itu memperoleh “adhi makayasa” yaitu tanda penghargaan tertinggi atas prestasi lulus terbaik dari pendidikan diakademi-akademi di lingkungan ABRI.

Dalam amanatnya, Presiden mengemukakan, dalam tahun-tahun mendatang peralihan generasi dalam jajaran ABRI akan semakin rampung. Proses peralihan generasi itu, katanya, terjadi dalam semua kalangan dan lapisan masyarakat.

Karena negara Indonesia adalah negara kekeluargaan, karena tradisi kemanunggalan ABRI dengan rakyat, maka pelantikan perwira-perwira remaja ABRI bukan hanya berarti bertambahnya kader-kader pimpinan ABRI, melainkan juga bertambahnya kader-kader pimpinan bangsa di masa datang, demikian Presiden.

Disaksikan orang tua masing-masing, para perwira remaja itu secara serentak mengucapkan sumpah prasetya menurut agama masing-masing dan kepercayaan yang dianutnya.

Pengambilan sumpah itu dipimpin Presiden sendiri. Penerima adhi makayasa Letda Muhammad Herindra adalah anak Letkol lnf. drs. Hudaya karyawan PT Pupuk ASEAN di Aceh, Letda laut Harjo Susmoro adalah anak drs. Sukardjo pegawai negeri di Tegal, Letda Toto Miarto anak dari Maroyo purnawirawan Peltu TNI-AU di Cimahi (Jawa Barat) dan Letda pol. Tito Karnavian adalah putera drs. Ahmad Soleh wartawan yang juga bekerja di PT Semen Baturaja, Palembang.

Sumber: ANTARA (18/07/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 613-614

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: