PRESIDEN SOEHARTO PADA PERINGATAN DASAWARSA IPB: PEMBANGUNAN RICE ESTATE

PRESIDEN SOEHARTO PADA PERINGATAN DASAWARSA IPB: PEMBANGUNAN RICE ESTATE [1]

 

Jakarta, Abadi

Di daerah2 tertentu di luar Pulau Jawa, perlu kita fikirkan kemungkinan pembukaan kebun sawah (rice estate) sebagai unsur penunjang untuk mencapai swasembada pangan. Tidak tercapainya sasaran produksi beras seperti yang kita rencanakan semula dalam tahun 1972 hendaknya merupakan kejutan yang selalu mengingatkan kita bahwa masalah ini sama sekali tidak boleh luput dari perhatian.

Demikian Presiden Soeharto dalam amanatnya pada upacara pelantikan sarjana dan peringatan Dasawarsa Institut Pertanian Bogor (IPB) di Bogor, hari Sabtu yl. Dimuka 211 satjana pertanian lulusan IPB tahun 1972/1973, Civitas Academica IPB dan sejumlah undangan yang terdiri dari pejabat sipil militer dan kaum tani, Presiden lebih lanjut menjelaskan bahwa pembukaan kebun2 sawah tsb harus kita letakan di dalam dan sebagai bagian dari pada strategi dari tujuan2 pembangunan, ialah tetap terjaminnya peningkatannya dari penghasilan dan kesejahteraan setiap penduduk.

Ini berarti bahwa kebun sawah yang lebih memerlukan modal dan alat2 mekanisnya itu tidak akan dibuka di daerah2 yang telah padat penduduknya, kata Presiden. Dengan maksud tetap memberikanjaminan kepada kaum tani, Presiden lebih jauh menegaskan sehubungan dengan pembukaan rice estate tsb, bahwa prasarana pertanian yang pembangunannya bersumber pada anggaran pembangunan, negara tetap hams dimanfaatkan oleh Petani.

Menteri Pertanian Prof. Dr. Ir. Toyib Hadiwijaya selaku sesepuh IPB telah menyampaikan Pidatonya Dasawarsa IPB dengan judul “Masa silam dan masa depan IPB.”

Dalam pidatonya yang mengandung data2 hasil karya IPB dan mengungkapkan sejarah IPB itu. Menteri Toyib tersendat -sendat suaranya ketika tiba pada bagian yang mengungkapkan tingkah laku anasir2 PKI yang mengobrak-abrik IPB pada tahun2 1963 sampai 1965, yang dinamakannya sebagai masa percobaan.

Begitu juga Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. AM. Satari, rasa harunya tak terkuasai sehingga tersendat-sendat suaranya ketika bagian pidatonya menyebut nama seorang sesepuh IPB yang berjasa, yakni Prof. Dr. AJ. Darman yang kini sudah kembali ke alam baqa.

Sementara itu pidato sambutan yang diberikan oleh Wakil Alumni, telah mendapat sambutan gemuruh dan gelak tawa dari para hadirin karena sang satjana yang baru lulus itu secara kocak dan terus terang mengungkapkan kenyataan2 yang bakal dihadapinya.

Dikatakannya al. kekhawatiran tidak memperoleh lapangan kerja. Upacara yang dilangsungkan di halaman IPB Bogor itu berlangsung dengan penuh hidmat, dimana ikut hadir al Ibu Tien Soeharto, Menteri Soedarmono dan Sekjen Dep. P&K, Umar Ali.

Perlu ditambahkan, dengan pelantikan 211 sarjana baru hari Sabtu itu, IPB telah berhasil meluluskan 2.312 orang sarjana dengan perincian, Fakultas Pertanian 1946 orang, Kedokteran Hewan (637), Perikanan (192), Peternakan (98) Kehutanan (299) dan Fakultas Mekanisasi dan Teknologi Hasil Pertanian (40 orang). (DTS)

Sumber: ABADI (10/09/1973)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 382-383.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.