Jan 302017
 
HM Soeharto dalam berita

PRESIDEN SOEHARTO : NEGARA2 ASEAN BERTEKAD BULAT JADIKAN WILAYAHNYA BEBAS DARI KESULITAN2 PANGAN [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengemukakan kebulatan tekad negara2 ASEAN untuk menjadikan wilayahnya benar2 akan bebas dari kesulitan pangan apabila dunia mengalami krisis pangan dan akan bebas dari kesulitan bahan energi apabila dunia mengalami lagi krisis energi.

Ketika menyampaikan RAPBN 1977/1978 di muka sidang DPR hari Kamis, Kepala Negara mengemukakan bahwa negara2 ASEAN telah menyepakati peningkatan kerjasama di bidang pangan dan energi, pembangunan industri, perdagangan dan dalam menghadapi masalah2 ekonomi dunia secara umum.

Dia menyatakan, pembangunan industri di masing2 negara ASEAN diusahakan agar berlangsung secara serasi, sedang perdagangan di antara kelima negara itu akan lebih ditingkatkan tanpa membawa akibat yang kurang menguntungkan bagi salah satu negara.

Diingatkan, kerjasama di bidang ekonomi diantara negara2 ASEAN sangat diutamakan guna meningkatkan ketahanan ekonomi wilayah tersebut secara keseluruhan maupun ketahanan ekonomi masing2 negara.

Presiden mengatakan, Deklarasi Bali yang merupakan kesepakatan di antara negara2 ASEAN menjadi dasar bagi peningkatan ketahanan regional wilayah ASEAN dan memperinci kerjasama di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya.

Dinyatakan, kesepakatan antara negara2 ASEAN dalam menghadapi masalah2 ekonomi dunia tercermin dalam berbagai langkah2 yang telah berlangsung sejak penyelenggaraan KTT ASEAN bulan Pebruari 1976.

Sebagai penghasil karet alam yang terbesar di dunia negara2 ASEAN telah menjadi penggerak utama bagi terbentuknya program stabilisasi harga karet alam di antara negara2 penghasil karet alam. Ini adalah langkah yang sangat penting karena karet alam merupakan salah satu bidang mata pencaharian yang besar artinya bagi rakyat di berbagai daerah di Indonesia.

Semangat ASEAN

Presiden menyatakan, semangat ASEAN telah tercermin dalam forum2 internasional lainnya, diantaranya dalam konperensi Kerjasama Ekonomi Internasional yang diselenggarakan di Paris yang sering dinamakan dialog antara Utara dan Selatan.

Indonesia dipilih oleh Kelompok 77 untuk menjadi salah satu peserta konperensi tersebut yang beranggotakan 19 negara2 berkembang dan 8 negara2 industri (termasuk Masyarakat Ekonomi Eropa sebagai salah satu peserta). Dalam konperensi tersebut Indonesia memperjoangkan kepentingan bersama dari negara2 berkembang dan secara khusus memperhatikan kepentingan negara2 ASEAN. Untuk keperluan itu diadakan konsultasi secara terus menerus dengan negara2 ASEAN lainnya mengenai masalah2 yang dibicarakan dalam Konperensi Paris.

Non Blok

Presiden menyatakan, sebagai salah satu negara pendiri kelompok Non Blok maka Indonesia selama tahun 1976 telah pula meningkatkan kerjasama dalam rangka kelompok tersebut, terutama kerjasama di bidang ekonomi.

Langkah2 kerjasama itu berjalan serasi dengan langkah2 yang diambil oleh negara2 berkembang secara keseluruhan.

Khususnya peningkatan itu beljalan serasi dengan langkah2 yang diambil oleh negara2 berkembang diusahakan agar, lebih meningkat sebagai pencerminan daripada niat untuk melaksanakan pembangunan dalam rangka usaha “swadaya bersama” diantara negara2 berkembang.

Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif dan diabdikan pada kepentingan pembangunan nasional, Indonesia bukan saja mengembangkan kerjasama yang saling menguntungkan dengan negara2 industri yang telah maju, tetapi terus berjuang bersama-sama dengan negara2 berkembang lainnya untuk menciptakan keadaan ekonomi dunia yang lebih adil. Demikian Presiden Soeharto. (DTS)

Sumber: ANTARA (06/01/1977)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 280-282.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: