PRESIDEN SOEHARTO MENERIMA PENJELASAN PELESTARIAN SWASEMBADA PANGAN

PRESIDEN SOEHARTO MENERIMA PENJELASAN PELESTARIAN SWASEMBADA PANGAN

 

Ujungpandang, Antara

Presiden Soebarto bersama Ibu Tien mampir sekitar sepuluh menit di Balai Penelitian Tanaman Pangan (Balittan) Maros, 35 km utara Ujungpandang, Sulsel, dalam perjalanan kembali ke Jakarta.

Persinggahan selama sekitar 10 menit itu dilakukan setelah Presiden memberi amanat dan melakukan temu wicara dengan petani nelayan andalan utusan 27 propinsi peserta Penas VII Pertasi kencana di Minasate’ne Sulsel, Selasa 12 Juli 1988.

Di Ballitan Maros, Presiden menerima penjelasan dari Kepala Badan Litbang Departemen Pertanian Dr. Sutatwo Hadiwigeno tentang hasil penelitian usaha pelestarian swasembada pangan.

Kepala Badan Litbang Deptan didampingi Menteri Pertanian Wardoyo, juga menjelaskan kepada Presiden menyangkut pengendalian baru wereng tanaman padi, pemanfaatan pupuk hijau, penelitian usaha mengurangi susut pasca panen dari 11,7 persen menjadi 8,2 persen.

Kepala Negara dengan penuh perhatian mendengarkan penjelasan menyangkut upaya peningkatan pendapatan petani melalui usaha tani terpadu dengan sistem mina­ padi-itik di sawah beririgasi yang memberikan keuntungan kepada petani sekitar Rp.2,3 juta tiap musim.

Menurut Sutatwo, efisiensi penggunaan pupuk P (TSP) dan K (KCL) dapat mengbemat antara Rp.120 milyar sampai ke Rp.200 milyar tiap tahun, sementara pupuk N dapat dihemat dengan pemanfaatan pupuk hijau, pupuk kandang serta pembenaman urea. Cara ini telah dilakukan dengan hasil baik di Jabar dan Maros.

Dalam waktu sekitar sepuluh menit di Balittan Maros, Kepala Negara juga menerima penjelasan menyangkut peningkatan produksi dan pendapatan petani dengan usaha tani konservasi daerah aliran surigai, (DAS) dari pola tradisional ke pola baru. Pola ini memanfaatkan beberapa tanaman jangka pendek seperti jagung, kacang tanah, ubi kayu, kacang ijo, kacang tunggak, rumput pakan dan tanaman keras, memberikan pendapatan Rp.2,4 juta kepada petani.

Kedatangan Pak Barto dan Ibu Tien di Balittan Maros disambut Bupati Maros Arief wangsa bersama isterinya dra. Hadawiah qan Kepala Balittan Maros Dr. Ir. Andi Hasanuddin.

 

 

Sumber : ANTARA(12/07/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 562-563.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: