Mei 052017
 

PRESIDEN SOEHARTO KOPERASI HARUS MERUPAKAN GERAKAN RAKYAT UNTUK MAJUKAN KESEJAHTERAAN

Presiden Soeharto dalam sambutannya pada Peringatan Hari koperasi ke-34 di Balai Sidang Senayan, kemarin, menegaskan Pemerintah bertekad untuk membangun koperasi di seluruh Indonesia. Untuk menjadikan koperasi itu sebagai soko guru ekonomi nasional seperti yang ditunjukkan dalam UUD 45, koperasi harus merupakan gerakan rakyat yang sadar, dibesarkan dan dipelihara oleh rakyat untuk memajukan kesejahteraan rakyat.

Koperasi, demikian Presiden, harus ditumbuhkan menjadi besar, kokoh dan mempunyai kekuatan hidup meskipun harus tetap memegang semangat koperasi yaitu kekuatan bersama dari mereka yang kecil-kecil seperti petani kecil, pengrajin kecil, pengusaha kecil, nelayan kecil, bengkel-bengkel kecil dan lain-lain.

Peringatan Hari Koperasi di Balai Sidang kemarin merupakan puncak dari rangkaian acara peringatan Hari koperasi tahun ini yang dihadiri Ny.Tien Soeharto, Wapres dan Ny. Adam Malik, para Menteri Kabinet Pembangunan, beberapa Dubes negara sahabat, utusan koperasi dari berbagai daerah serta masyarakat undangan lainnya.

Pada puncak peringatan kemarin Presiden juga memberikan hadiah kepada koperasi/KUD terbaik tingkat nasional tahun 1981 serta para pemenang kontes sapi perah.

Kemampuan Sendiri

Dalam sambutannya itu Presiden lebihjauh mengemukakan bahwa Pemerintah bertekad untuk terus memberi bimbingan agar koperasi tumbuh subur di mana-mana. Pemerintah akan melindungi koperasi karena tanpa perlindungan koperasi yang masih lemah akan dapat mati.

Pemerintah akan terus mendorong tumbuhnya koperasi dengan memberi penyuluhan, memperbanyak perkreditan, memperluas pemasaran, bantuan tenaga-tenaga cakap dan trampil untuk memimpin bidang-bidang usaha koperasi dan memberikan kemudahan lainnya yang diperlukan.

Pemerintah juga akan mengarahkan agar kekuatan-kekuatan ekonomi sektor lain yaitu swasta dan badan usaha milik negara memberi kesempatan untuk bekerja sama dengan koperasi baik dalam bidang produksi, pengolahan dan pemasaran, bahkan juga memberi kesempatan kepada koperasi untuk turut memiliki perusahaan swasta bersangkutan.

Sekalipun bantuan dan perhatian Pemerintah kepada koperasi sangat besar, kata Presiden, jika rakyat sendiri tidak memiliki kesadaran, tidak memiliki semangat yang tinggi untuk hidup dan berusaha dalam lingkungan koperasi, koperasi pasti tidak akan maju, tidak memiliki kemampuan yang dapat diandalkan.

Kesadaran berkoperasi ini harus menjadi kekuatan pokok koperasi sebab tanpa kesadaran anggota sendiri maka koperasi tidak akan pernah bisa tumbuh dengan baik dan kuat.

Kesadaran berkoperasi itu perlu terus dibangkitkan dengan membuktikan kepada anggotanya bahwa koperasi benar-benar dapat membantu segala keperluan dan memajukan kegiatan anggotanya, bahwa koperasi benar-benar berguna bagi anggotanya.

"Pendek kata, koperasi harus sepenuhnya bergerak dengan dinamika dari kreativitasnya sendiri, dengan tanggung jawab dan kesadaran para anggotanya sendiri," demikian Presiden Soeharto.

Soko Guru

Mengingat koperasi harus menjadi soko guru ekonomi nasional, kata Presiden, maka kecintaan kepada koperasi itu perlu ditanamkan di segala lingkungan dan mulai tertanam benih-benihnya pada generasi muda.

Untuk itu maka seluruh lapisan masyarakat hendaknya membangun koperasi ini di lingkungan masing-masing di RT­RT atau RW-RW, dan di kantor pemerintahan atau di perusahaan-perusahaan swasta, di desa-desa dan di kota-kota.

Semangat dan kegiatan koperasijuga hams dibina secara nyata pada lingkungan sekolah-hsekolah sampai perguruan tinggi. Jika mulai dari masa remaja masyarakat telah terbiasa dengan kehidupan koperasi, maka akan tiba saatnya koperasi akan tumbuh dengan akar-akar yang kokoh di mana-mana. Dengan demikian, koperasi benar-benar menjadi soko guru ekonomi nasional kita.

Menurut Presiden, bangkitnya koperasi dimana-mana saat ini harus disadari bahwa yang paling penting adalah mutu dan kekuatan hidup koperasi itu, bukan berapa banyak koperasi yang ada. Dengan demikian, yang penting adalah kesadaran kita semua untuk berkoperasi serta adanya organisasi dan pimpinan koperasi yang kuat, yang dapat melihat jauh ke depan dan mampu mengadakan peningkatan-peningkatan usaha ke arah kemajuan dan sanggup bekerja keras dan jujur demi kemajuan koperasi.

Kemajuan

Menteri Perdagangan dan Koperasi Radius Prawiro dalam sambutan pendeknya telah memberikan sedikit gambaran kemajuan yang sudah dicapai koperasi saat ini.

Dikatakannya, kegiatan koperasi sampai tahun 1980 menunjukkan antara lain adanya partisipasi yang makin luas dari KUD dalam pembelian berat yang mencapai 1,5 juta ton demikian juga pembelian jagung kedele, kacang hijau yang volume pembeliannya meningkat dari tahun ketahun sehingga para petani dapat memperoleh imbalan harga yang wajar.

Tahun lalu, 59 KUD persusuan berhasil memprodusir 22 juta liter setahun, 14.000 ton cengkeh dengan nilai Rp. 98,6 miliyar telah ditangani KUD secara langsung, disamping itu 972 KUD telah terlibat dalam penyaluran gula pasir sebanyak 197.325 ton.

Serahkan Penghargaan

Presiden Soeharto kemarin telah pula menyampaikan tanda penghargaan dan hadiah-hadiah kepada pemenang Lomba koperasi Terbaik No. I Tingkat Nasional Tahun 1981, masing-masing berupa kendaraan Toyota Kijang serta Piagam untuk KUD Nugroho-Kediri dan Koperasi Pegawai Kodya Bandung yang terpilih sebagai KUD dan koperasi Teladan Nasional.

KUD dan koperasi terbaik No. I yang terpilih tersebut adalah KUD Sulahan-Bali, Koperasi Serba Usaha Sukamaju-NTT, Koperasi Fungsional Koperasi Direktorium Geologi "KPDG" Bandung, Koperasi Petemakan Pengalengan Bandung Selatan, Koperasi Simpan Pinjam Jasa Pekalongan, Koperasi Pelayaran Rakyat (Kopelra)­Surabaya dan Primkopti-Jakarta Selatan.

Disamping itu, Presiden juga memberikan hadiah kepada pemenang Kontes Sapi Perah, untuk eks sapi lokal kepada Charli dari KPBS Pangalengan dan Umar dari KUD "SAE" Pujon masing-masing berupa seekor sapi perah ex impor dan Tabanas sebesar Rp.500.000,- dan Rp.250.000,-.

Untuk sapi perah eks impor, Sutrisno dari KUD "SAE" dan Ojo Sutardjo dari KPBS Pangalengan, masing-masing memperoleh hadiah seekor sapi perah ex impor dan Tabanas dan Ro.250.000,- dari Presiden.

Pemenang Lomba

Dalam Lomba koperasi tingkat Nasional tahun 1981, disamping terpilih koperasi/ KUD Teladan Nasional, Panitia Peringatan Hari koperasi juga memilih KUD Terbaik dan KUD Harapan, Koperasi Serba Usaha (KSU) terbaik dan harapan, Koperasi Fungsional terbaik dan harapan dan koperasi lainnya yang terbaik dan harapan.

KUD Terbaik Iadalah KUD Sulahan-Bali, sedangkan KUD Kalooranta, Somder-Minahaaa terbaik II, KUD Sakata Taeh-Sumatera Barat Terbaik Ill, KUD AKUR-Magetan terbaik IV, KUD KOPTA-Samarinda Terbaik V dan 22 KUD lain sebagai KUD harapan.

KSU Suka Maju-Sumba Barat sebagai KSU terbaik l, KSU Sejati Mulya-Pasar Minggu Jakarta terbaik II, KSU Bakri-Lahat terbaik III dan 3 KSU lain terpilih sebagai KSU Harapan.

Untuk koperasi Fungsional, koperasi Direktorium Geologi-Bandung sebagai terbaik I.koperasi Ganesa-Kulonprogo terbaik II, koperasi Konsumsi Pegawai Kantor Pos Besar Klas I DKI Jaya terbaik III sedang 17 koperasi lainnya sebagai koperasi harapan. (DTS)

Jakarta, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (20/08/81)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 411-414.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: