Apr 142017
 

PRESIDEN SOEHARTO: KETERBELAKANGAN DAN KEMISKINAN PENDERITAAN YANG TAK KALAH GANASNYA DARI PEPERANGAN

Presiden Soeharto mengemukakan bahwa ciri yang paling penting dari jaman kita yang sekarang danyang akan datang adalah pembangunan bangsa. Jika umat manusia ingin bebas dari rasa takut yang mencekam yang datang dari bahaya peperangan, maka sesungguhnya keterbelakangan, dan kemiskinan merupakan penderitaan yang tidak kalah ganasnya dari peperangan.

Demikian dikemukakan Presiden Soeharto, dalam kesempatan jamuan makan kenegaraan yang diselenggarakan untuk menghormat Raja Juan Carlos I dan Ratu Sophia beserta rombongan resmi, di Istana Negara, (Sabtu malam)

Bangsa Indonesia, menurut Presiden, mengalami kepahitan yang sebenarnya dari keterbelakangan dan kemiskinan itu. Karena itulah Indonesia melaksanakan pembangunan berdasarkan Pancasila yang bertujuan untuk menikmati kesejahteraan lahir dan bathin bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menyinggung hubungan Indonesia-Spanyol, Kepala Negara menekankan hal itu telah terjalin Raja Juan Carlos I sejak enam abad lalu, ketika kapal armada niaga Spanyol bersandar di pelabuhan2 Nusantara untuk membeli rempah2.

”Hubungan itu demikian erat sehingga bekas2nya masih terpelihara sebagai saksi2 sejarah sekarang," tambah Presiden.

Kunjungan Raja Spanyol ke Indonesia, oleh Kepala Negara dinilai sebagai tanda perhatian yang besar dari Spanyol kepada Indonesia Kesempatan2 baru menunggu di hadapan kedua negara untuk di masa mendatang guna memperluas hubungan ekonomi dan kebudayaan di antara kedua negara.

Tidak Bisa Dihindarkan

Memberikan sambutan balasan Raja Juan Carlos I mengemukakan, dalam keadaan dewasa ini di mana saling ketergantungan satu sama lain tidak bisa dihindarkan, maka harus diusahakan untuk mempertahankan nilai kemanusiaan.

Tentang hubungan kedua negara, Raja yakin kerjasama antara kedua negara di masa2 mendatang yang tidak terlalu lama akan lebih memberikan hasilnya bagi kedua negara. Raja Spanyol merasa gembira berada di Indonesia dimana2 mendapatkan sambutan hangat dari Presiden dan rakyatnya yang ramah-tamah.

Spanyol ingin mengadakan kerjasama dengan negara2 lain di dunia dengan semangat persahabatan dan saling pengertian dan antara berbagai bangsa2 di dunia yang berbeda2.

Pedang Spanyol untuk Presiden Soeharto

Tukar menukar tanda mata ditandai dengan pedang khas Spanyol bersamng warna merah untuk Presiden Soeharto dan foto Raja serta Ratu Spanyol. Sedangkan Ratu Sophia memberikan kalung untai kepada lbu Tien Soeharto.

Untuk Raja Juan Carlos I, Kepala Negara R1memberikan sebilah keris dari Bali, buku 30 tahun Indonesia Merdeka dan foto Presiden dan Ibu Tien Soeharto. Sedangkan lbu Tien Soeharto memberikan tas bikinan Kendari, gelang batik sutera kepada Ratu Sophia yang menerimanya dengan gembira.

Jamuan makan malam yang dihadiri oleh Wkl Presiden dan ibu Adam Malik Ketua DPR/MPR Daryatmo dan nyonya serta undangan lainnya, diakhiri dengan pagelaran seni di antaranya tari Bali dan tari Toraja. (DTS)

Jakarta, Berita Buana

Sumber: BERITA BUANA (03/11/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 992-994.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: