Presiden Soeharto di Hannover: PEMBANGUNAN EKONOMI DAN POLITIK HARUS SALING MENGISI

Presiden Soeharto di Hannover: PEMBANGUNAN EKONOMI DAN POLITIK HARUS SALING MENGISI[1]

Hannover, Suara Pembaruan

Presiden Soeharto menegaskan, bagi Indonesia pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial merupakan langkah awal dari pemenuhan hak asasi manusia. Seorang warganegara tidak akan mampu melaksanakan kebebasan berpendapat secara konstruktif dan bertanggungjawab jika tidak memperoleh pendidikan yang layak. Kebebasan untuk membentuk serikat pekelja saja tidak akan mempunyai arti bagi penganggur.

Pembangunan ekonomi dan pembangt.man politik memang hams beljalan bersama dan saling mengisi. “Saat ini kami juga telah menambah berbagai perangkat untuk melindungi hak asasi manusia, seperti Lembaga Praperadilan, Peradilan Tata Usaha Negara dan Komisi Hak Asasi Manusia,” kata Kepala Negara ketika menyampaikan pidatonya pada pembukaan Pameran lndustri Hannover (Hannover Fair 95) di Hannover, Jerman hari Minggu (2/4).

Presiden Soeharto turut serta menyampaikan pidatonya pada pembukaan Hannover Fair 95 karena Indonesia tahun ini merupakan Negara Mitra. Upacara pembukaan berlangsung mulai pukul 18 .00 waktu setempat atau 23.00 WIB. Sebelum Kepala Negara menyampaikan pidatonya dilakukan pertunjukan Mul­timedia Indonesia. Pembukaan ditandai dengan penyampaian pidato oleh Kanselir Helmut Kohl. Demikian dilaporkan wartawan Pembaruan Mansyur Barus dan Yuyu AN Krisna dari Hannover. Kepala Negara mengakui hak asasi manusia dan kebebasan fundamental memang berlaku secara universal. Namun, peningkatan dan perlindungan hak-hak serta kebebasan ini tidak boleh dipisahkan dari semuajenis hak-hak asasi manusia, hak­ hak sipil dan politik , hak-hak ekonomi, sosial dan budaya , hak-hak individu dan masyarakat. “Itulah prinsip yang harus diterima dan ditaati sepenuhnya,”kata Kepala Negara. Juga, kata Presiden Soeharto, tidak boleh ada penilaian atau penekanan yang berlebihan atas salah satu jenis hak dari yang lain. Prinsip tidak boleh memisah­ misahkan juga berarti perlu adanya keseimbangan antara hak-hak individu dengan hak­ hak masyarakat. Pertimbangan demikian itu mutlak. Tanpa itu,akan dapat menjurus pada ketidakstabilan dan anarki. Aspek penting dari pembangunan nasional Indonesia adalah pelestarian lingkungan hidup. “Semboyan kami adalah membangun tanpa merusak. Adalah kepentingan karni melindungi hutan-hutan tropis kami. Di sini terletak keselamatan kami sepanjang zaman. Paru-paru dunia ini kami lestarikan fungsinya. Ini merupakan wujud dari tanggungjawab kami kepada sesama manusia di seluruh dunia,”ujar Kepala Negara.

Dalam perjalanan menuju masyarakat industri, telah lama Indonesia melaksanakan undang-undang nasional mengenai analisa dampak lingkungan. “Kami juga menjadi pihak dalam berbagai perjanjian internasional mengenai lingkungan, seperti perlindungan lapisan ozon dan pengangkutan limbah berbahaya. Indonesia penjadi pusat riset hutan tropis. Saat ini kami tengah memproses perangkat hukum untuk melindungi, keanekaragaman hayati sebagai pelaksanaan dari konvensi Rio. Perjanjian kerja sama lingkungan hidup antara Indonesia dengan Jerman tahun 1993 merupakan contoh kornitmen Indonesia terhadap lingkungan hidup dalam forum bilateral,”kata Presiden. Kepala Negara juga mengatakan, bahwa tahapan demi tahapan pembangunan nasional telah mengantarkan Indonesia menjadi negara industri yang berorientasi ekspor. Melalui deregulasi dan integrasi ke pasar intenasional, Indonesia telah berhasil meraih laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pengalaman menunjukkan bahwa pertumbuhan dan kesejahteraan mensyaratkan penghapusan hambatan-hambatan terhadap perdagangan dan investasi.

Indonesia-Jerman

Menyangkut hubungan ekonomi Indonesia -Jerman, Presiden Soeharto mengatakan, telah terbina baik selama lebih dari empat dasawarsa. Saat ini kerjasama ekonomi itu diarahkan pada pengembangan usaha kecil dan menengah, peningkatan prasarana dan pembangunan sumber daya manusia. Yang cukup menonjol akhir-akhir ini adalah peningkatan kerja sama di sektor maritim. Indonesia telah membeli sejumlah besar kapal penumpang, kapal keruk dan kapal peti kemas dari Jerman. Kerja sama ini membawa keuntungan timbal balik. Kapal-kapal tadi dibangun di galangan-galangan kapal di Jerman bagian Timur, yang secara langsung telah membantu memperluas kesempatan kerja di Weimar, Rostock, Stralsund dan Wolgast. Bagi kami, keuntungannya adalah terpenuhinya kebutuhan akan kapal-kapal untuk mengembangkan perekonomian di wilayah Indonesia se-belah Timur. Kerja sama ini juga mendorong alih teknologi dari Jerman ke Indonesia, karena pembuatan dari sebagian kapal-kapal yang dipesan itu dilakukan di Indonesia.

Volume perdagangan Indonesia-Jerman terus meningkat dari tahun ke tahun . Surplusnya di pihak Jerman. Surplus ini bersumber dari banyaknya barang-barang modal yang dibeli Indonesia dari Jerman temtama mesin-mesin berat. Kontak dagang kedua negara terus meningkat yang ditandai dengan meningkatnya temu usaha dan meningkatnya  partisipasi para  pengusaha di pameran -pameran dagang yang di selenggarakan di negara mitra usaha. Jerman menduduki tempat strategis bagi perdagangan luar negeri Indonesia, karena negeri ini merupakan pasar kami yang terbesar di lingkungan Uni Eropa dan sekaligus gerbang bagi pemasaran produk In­donesia di Pasar Tunggal Eropa dan Eropa bagian Timur. Tetapi, kata Presiden Soeharto, investasi Jerman di Indonesia rendah. Dalam tiga dasawarsa terakhir ini, akumulasi investasi Jem1an di Indonesia hanya menduduki peringkat kesembilan dalam daftar umtan investasi asing. Sebagian besar dari investasi Jerman berasal dari pemsahaan besar sepetti Siemens, Schering, Daimler Benz dan Bayer. Investasi Jennan jauh lebih rendah dibanding dengan Inggris dan Belanda.

Tahun Penting

Sementara itu, Kanselir Helmut Khol menyatakan, tahun 1995 ini mempakan tahun penting bagi kedua negara. Penting bagi Indonesia karena menjadi Mitra Negara dalam Pekan Raya di Hannover kali ini danjuga karena merayakan kemerdekaan yang ke-50. Sedang bagi Jerman karena Eropa memperingati ke-50 tahun berakhimya perang Dunia II. Helmut-Kohl mengatakan pekan raya yang pertama diselenggarakan pada tahun 1947 dengan mengalami kesulitan. Sebuah harapan baru sedang dirintis oleh Jerman kala itu. Ia menekankan betapa pentingnya Indonesia sebagai pasar masa depan. Negara yang merupakan salah satu yang terpadat di dunia ini adalah bagian terpenting dari ekonomi, terutama sebagai kawasan negara Asia Pasiflk (Aspas) yang dinamis. Upacara pembukaan Hannover Fair’95 berlangsung di Congress Centrum. Upacara pembukaan juga menampilkan tarian Bali yang penabuh gamelan dan penarinya khusus didatangkan dari Indonesia. Demikian juga sebelum Presiden Soeharto menyampaikan pidatonya, ditampilkan gambar-gambar wayang di Jatar belakang mimbar tempat Kepala Negara menyampaikan pidato.

Pada pembukaan upacara ini, hadir 8 menteri Kabinet Pembangtman VI, mantan Wapres Soedharmono, serta puluhan konglomerat Indonesia yang tampil dalam Hannover Fair ’95. Suasana Indonesia sangat terasa, melihat begitu banyaknya orang Indonesia yang hadir dalam upacara yang berjalan tanpa dipandu oleh protokol tersebut.

Upacara diawali dengan pidato oleh Menteri Ekonomi dan Teknologi Jerman selaku Ketua Dewan Penasihat Hannover Fair, kemudian juga menyampaikan pidato Walikota Hannover, Helbert Schmalstieg. Disusul pidato Presiden Asosiasi Industriawan Jerman, Jan Kleinewefers. Pidato berikutnya baru Presiden Soeharto, karena Indonesia juga merupakan negara mitra pada Hannover Fair 95.Yang terakhir menyan1paikan pidato adalah Kanselir Helmut Kohl. Senin (3/4) ini pukul 09.00 waktu setempat (14.00 WIB) Presiden membuka anjungan Indonesia di Hannover Fair 95.Usai upacara pembukaan dan peninjauan, Kepala Negara dan rombongan akan meninggalkan Hannover menuju Bonn. ***

Sumber: SUARA PEMBARUAN (03/04/ 1995)

______________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 357-360.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.