Feb 192018
 

PRESIDEN SOEHARTO BERAMAH TAMAH DENGAN WARAKAWURI DAN VETERAN

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto, Kamis malam menyelenggarakan acara makan malam dan ramah tamah bersama warakawuri, veteran , purnawirawan, serta perintis kemerdekaan di Istana Negara dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-44.

Pada acara yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan itu, Kepala Negara yang didampingi Ibu Tien Soeharto, Wakil Presiden Sudharmono, SH dan Ibu E.N Sudharmono memotong tumpeng yang dibagikan kepada beberapa tokoh. Pada meja utama terdapat tiga tumpeng.

Sambil dibantu Ibu Tien Soeharto, Kepala Negara menyerahkan tumpeng antara lain kepada Harsono Tjokroaminoto yang mewakili para Perintis Kemerdekaan, Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Achmad Tahir, serta Yusuf Ronodipuro dari Angkatan 45.

Acara ini juga dihadiri beberapa menteri dan pejabat tinggi antara lain Menko Polkam Sudomo, Menko Kesra Soepardjo Rustam, Mendagri Rudini. Juga terlihat pelukis terkenal Basuki Abdullah.

Sementara itu, untuk hadirin sudah disiapkan makanan yang disediakan dalam kotak. Selain itu, juga tersedia minuman coklat, kopi, serta aqua di beberapa meja. Kesemarakan suasana amat terasa pada acara ramah tamah Kepala Negara dengan para perintis kemerdekaan, veteran dan warakawuri itu, apalagi sejumlah hadirin yang umumnya sudah berusia lanjut membawa anggota keluarganya.

Sesudah acara yang dimulai sekitar pukul 18:30 tersebut selesai, hadirin mulai meninggalkan ruang Istana Negara setelah Presiden dan Ibu Tien, Wapres dan Ibu E.N.Sudharmono meninggalkan tempat acara.

Beberapa orang tampak memanfaatkan kesempatan itu untuk membawa pulang beberapa barang yang tersedia di meja makan guna dijadikan cenderamata seperti piring, gelas yang ada tulisan “lstana Presiden”.

“Yang penting kan gambar Garudanya, bukan gelasnya atau piring,” kata seorang ibu sambil menunjuk gambar Garuda yang ada pada piring berwama putih . Seorang gadis juga memasukkan beberapa piring dan gelas ke dalam tas yang dibawanya. Hadirin mendapat cenderamata dari beberapa perusahaan penerbangan seperti Garuda Indonesia, Pelita Air Service, Merpati Nusantara, Bouraq, serta Mandala.

Dalam tas yang dibagi-bagikan itu terdapat payung, dan buku catatan kecil. Sesudah beramah tamah dengan para tokoh tersebut, Presiden kemudian menerima ucapan selamat dari para diplomat berbagai negara sahabat dan kepala perwakilan organisasi-organisasi internasional yang melakukan kegiatan di Indonesia.

Pada sore harinya, Presiden menjadi inspektur upacara penurunan duplikat bendera pusaka yang berlangsung di halaman Istana Merdeka, seperti pada tahun sebelumnya. Yang menjadi Komandan Upacara adalah Kolonel (PNB) Richard Haryono.

Diantara para pelajar yang terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), terpilih Elisa K (17 tahun) dari SMA I Palangka Raya, Kalimantan Tengah sebagai pembawa bendera pusaka dan Nila Andriani yang juga berusia 17 tahun dari SMA II Tarakan, Kalimantan Timur sebagai pembawa duplikat bendera pusaka.

Sementara itu, yang terpilih sebagai Komandan Paskibraka adalah Kapten Polisi Drs. Djunaedi dari Polda Metro Jaya. Perwira Polri ini memimpin pasukan yang terdiri atas 17 pelajar, delapan pembawa bendera ditambah empat anggota ABRI, serta 45 anggota ABRI lainnya dari angkatan dan Polri.

 

 

Sumber : ANTARA(17/08/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 766-767.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: