PRESIDEN SOEHARTO: BANTUAN SOSIAL HENDAKNYA TEPAT SASARAN

PRESIDEN SOEHARTO: BANTUAN SOSIAL HENDAKNYA TEPAT SASARAN

 

 

Jakarta, Pelita

Presiden Soeharto, mengingatkan, organisasi-organisasi sosial yang memberikan bantuan kepada masyarakat hendaknya tepat sasaran dan tepat guna. Kepala Negara menegaskan hal itu ketika menerima pengurus Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) yang dipimpin ketua umumnya Gatot Soeherman di Bina Graha, Rabu.

 

Harus Tepat

“Kesadaran masyarakat yang mampu dan berkelebihan untuk memberikan bantuan sosial cukup besar. Karena itu, penggunaan dana bantuan tersebut harus tepat guna dan tepat sasaran,” kata Presiden sebagaimana dikemukakan Gatot Soeherman.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya seleksi terhadap organisasi -organisasi sosial yang jumlahnya ribuan, berdasarkan konduitenya. “Kalau ada organisasi sosial yang konduitenya temyata tidak beres, sebaiknya dibubarkan saja.”

DNIK S diminta Presiden untuk mengorbankan semangat gotong royong dan menangani masalah kerawanan sosial, karena pemerintah belurn mampu menangani seluruhnya.

Sementara itu, Gatot Soeherman yang baru terpilih sebagai Ketua Umum DNIKS, organisasi yang dipimpinnya ingin menampilkan citra baru dalam pemberian bantuan sosial. Citra bam itu adalah bantuan sosial diberikan dengan pendekatan keswadayaan.

“Ini merupakan program yang efektif, karena mendidik orang agar tidak hanya selalu meminta bantuan saja ,” kata mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu.

Ia juga menyebut perlunya penertiban dan pembenahan DNIKS . Untuk itu diperlukan waktu. “Jangan sampai ada pengurus organisasi sosial memanfaatkan kesempatan-kesempatan,” katanya memberi contoh.

 

Harus Baik

Menanggapi pesan Presiden untuk menggugah mereka yang mampu dan berlebih untuk memberi bantuan, Gatot Soeherman menyatakan, DNIKS akan aktif memberikan penyuluhan. Pemberian bantuan dilakukan secara terprogram, tepat sasaran dan tepat guna. DNIKS akan menghindari bantuan perorangan atau lembaga yang dikaitkan dengan upaya promosi.

“Kalau mau membantu, ya harus bersih. Itikadnya harus baik. Pokoknya pemberian bantuan itu harus betul-betul bersih.”

DNIKS adalah organisasi yang dibentuk untuk melakukan koordinasi, konsultasi dan komunikasi dengan seluruh organisasi social kemasyarakatan di Indonesia. Saat ini ia menghimpun 36 organisasi sosial tingkat nasional dan 2.925 organisasi sosial tingkat daerah.

Organisasi ini bertujuan untuk turut serta membantu pemerintah dalam mengupayakan ter wujud dan meningkatnya kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat, atas dasar tanggungjawab bersama dan kekeluargaan.

 

 

Sumber : PELITA (06/12/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 642-644.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.