Feb 202017
 

PRESIDEN SOEHARTO BANTU RP 150 JUTA DAN 800 SAPI UNTUK SULUT

Presiden Soeharto tahun ini memberikan bantuan sebesar Rp 150 juta kepada pemerintah Dati I Sulut guna pembangunan/pengaspalan jalan di lokasi transmigran Mopuya serta pengadaan 800 ekor sapi.

Pj. Gubernur Sulut H.V. Worang, ketika memberikan pengarahannya di depan pejabat-pejabat dan pimpinan organisasi se-Kabupaten Bolang Mongondow Minggu malam lalu mengemukakan, untuk lebih meningkatkan kelancaran pemasaran hasil produksi para transmigran di Mopuya/Mopugat, Presiden telah bersedia memberikan bantuan untuk pengaspalan jalan sepanjang 5 Km di lokasi tersebut.

Sebelumnya, Presiden telah memberikan bantuanguna pembangunan jembatan Ongkag yang sekarang sudah selesai, namun karena masih dirasa perlu untuk mengaspal jalan-jalan ke dan di lokasi tersebut, bantuan diberikan lagi, katanya.

Hal ini sangat penting untuk menjaga agar petani-petani transmigran akan leluasa memasarkan produksinya kemana saja dantidak tergantung hanya kepada pedagang­pedagang yang mendatangi mereka.

Selain untuk pembangunan jalan, Presiden juga memberi bantuan sejumlah 800 ekor sapi.

Menurut Worang, sapi2 ini yang akan didatangkan dari Lombok akan disebar masing2 untuk Kabupaten Gorontalo 300 ekor, Kabupaten Bolaang Mongondow 200 ekor dan untuk Kabupaten Minahasa 300 ekor.

Mengenai akan berakhirnya masajabatan, Worang mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar siapapun nanti yang akanjadi Gubernur Sulut, hendaknya dibantu sedapat mungkin dalam setiap pelaksanaan tugasnya.

"Saya sendiripun sebagai Putera Daerah Sulut, akan membantu sekuat tenaga Gubernur Sulut yang baru nanti," katanya.

Ia menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Sulut yang telah membantunya selama ini serta meminta maaf atas segala kekeliruan dan kekurangannya. (DTS)

Manado, Antara

Sumber: ANTARA (05/05/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 793-794.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: