Nov 142017
 

PRESIDEN SOEHARTO BANTU LAHAN UTK KRITIS NTB

Mataram, Antara

Presiden Soebarto tahun 1986/1987 memberikan bantu an Rp 100 juta untuk pengelolaan laban kritis seluas 290 hektar di Nusa Tenggara Barat.

Kepala pelaksana pada Dinas Perkebunan NTB Sahrip Bsc di Mataram Selasa menjelaskan, laban kritis tersebut tersebar di Kabupaten Lombok Barat seluas 30 hektar, Lombok Tengah 40 hektar, Lombok Timur 40 hektar, Sumbawa 40 hektar, Dompu 50 hektar, dan Bima 90 hektar dengan melibatkan 491 petani.

Dari 90 hektar area lahan kritis di Bima itu 30 hektar diantaranya khusus akan ditanami kopi, sedangkan 10 hektar lainnya di Narmada, Lombok Barat, akan ditanami kemiri.

Lahan kritis tersebut akan ditanami berbagai jenis tanaman yang cukup berhasil antara lain pisang, mangga, duku, belinjo, kelapa, sekun, jambu mente, asein dan kemiri.

Dari 290 hektar area lahan kritis itu yang sudah ditanami baru 30 hektar dengan pohon pisang di Kabupaten Lombok Timur dan awal 1988 diharapkan menghasilkan dengan nilai Rp 50.000, sampai Rp 60.000, per hektar. Sisanya mulai ditanami Desember 1987.

Bantuan tersebut dimaksudkan untuk memanfaatkan lahan kritis dan sebagai salah satu upaya Pemerintah meningkatkan pendapatan petani.

Guna mempercepat penyebaran pohon asem dan jambu mente dalam waktu dekat ini akan dibangun kebun interis di Linsar, Kecamatan Narmada Lombok Barat seluas 400 hektar, sedangkan bibitnya akan didatangkan dari Jawa Tengah.

Selain itu dalam tahun 1987/1988 Presiden memberikan bantuan dua juta bibit coklat bernilai Rp 175 juta untuk daerah Nusa Tenggara Barat yang akan ditanam pada area seluas 1.060 hektar.

Bantuan bibit coklat itu dimaksudkan untuk perluasan area penanaman coklat guna menjadikannya komoditi perkebunan rakyat, sehingga memberi peranan lebih besar dalam meningkatkan pendapatan petani, ekspor non migas dan pertambahan ekonomi wilayah, demikian Sahrip.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (24/11/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 863-864.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: